Nasional

Pantau Titik Api di Riau, TNI Terbangkan Drone Saat Malam

Oleh: Admin Minggu 15 Sep 2019, 19:55 WIB
Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian meninjau kebakaran hutan di Riau/Puspen TNI

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Untuk memantau serta mempercepat pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Provinsi Riau, TNI berencana menerbangkan drone pada malam hari.

Pemantauan menggunakan drone malam hari dinilai akan mempermudah melihat titik api yang tidak terpantau siang hari.

Demikian dikatakan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, usai memantau di Kompleks Ladang Minyak Pertamina Hulu Energi Kampar, Pelelawan, Provinsi Riau, menggunakan helikopter, Minggu (15/9/2019).
 
Dikatakan Hadi Tjahjanto, dengan menerbangkan drone pada malam hari akan menunjukkan hasil yang berbeda dengan pengamatan pada siang hari. Menurutnya, drone pada malam hari akan memonitor titik-titik api yang menjadi lokasi kebakaran hutan.

"Saya telah menyampaikan kepada Kepala BNPB bahwa TNI akan menerbangkan drone," katanya.

Menurut Hadi Tjahjanto, lokasi yang tidak terpantau pada siang hari dan sore hari dapat terlihat dengan jelas pada malam hari.

Selain itu, menggunakan drone akan terlihat titik api yang baru dibakar oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Selanjutnya, tim darat akan bergerak menuju lokasi kebakaran sekaligus menindak pelaku pembakaran hutan.

Hingga saat ini, kata Hadi Tjahjanto, jumlah titik-titik api di wilayah Riau mengalami penurunan yang sangat signifikan dan hingga hari ini terpantau hanya 44 hotspot titik api.

"Kalau kita mengukur hasilnya adalah untuk hotspot sudah mulai turun, dan kalau kita lihat juga secara visual bahwa untuk asap yang ada di Pekanbaru sendiri saat ini sudah menurun dan terbukti jarak pandang penerbangan saat ini sudah mulai naik," terangnya.

Pihak TNI, lanjut dia, telah melakukan berbagai upaya untuk membantu proses pemadaman Karhutla yang terjadi di Riau, salah satunya dengan  melakukan modifikasi cuaca untuk membuat hujan buatan.

"TNI dan Polri beserta seluruh stakeholder tidak akan tinggal diam untuk membantu mencegah terjadinya Karhutla," ujarnya.

Modifikasi cuaca yang dilakukan, tambahnya, berjalan dengan efektif. Namun modifikasi cuaca tersebut akan bergantung awan yang mengandung air.

Tak hanya itu, lanjut Hadi Tjahjanto, TNI juga telah memitigasi dan mengerahkan Alutsista serta sejumlah personel untuk membantu proses pemadaman Karhutla.

"Kita bisa lihat disini banyak sumur-sumur minyak milik Pertamina yang kemungkinan kalau tidak kita mitigasi, titik apinya dapat membahayakan. Ada 109 sumur minyak yang masih aktif dan syukur Alhamdulillah bahwa api sudah dapat dipadamkan," pungkasnya.

 

Reporter Admin
Editor Lopi Kasim