Nasional

Tokoh Papua Disebut Minta Jabatan dan Uang ke Presiden, Wiranto: Pernyataan Itu Tidak Benar

Oleh: Admin Jumat 13 Sep 2019, 20:13 WIB
Rakor Karhutla dan Papua di Kemenko Polhukam/Ayojakarta.com

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto angkat bicara terkait pernyataan Gubernur Papua, Lukas Enembe yang tidak mengetahui 61 tokoh Papua Barat yang bertemu di Istana Negara dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa (10/9/2019) lalu.

Menurut Wiranto, seluruh tokoh yang diundang ke Istana telah melalui tahap seleksi

''61 tokoh itu sudah disaring betul bahwa mereka merupakan tokoh adat, tokoh masyarakat. Saya juga hadir di sana," kata Wiranto di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (13/9/2019). 

Wiranto juga membantah jika sekelompok tokoh asal Bumi Cendrawasih yang bertemu Jokowi di Istana Negara itu memiliki kepentingan pribadi, bahkan meminta uang dan jabatan kepada Presiden. 

"Pernyataan itu tidak benar. Saya yakin tidak ada satu kalimat pun yang mengisyaratkan mereka itu minta jabatan dan uang. Tidak ada," ungkapnya.

Wairanto menegaskan, para tokoh tersebut bertemu untuk memberikan aspirasi terkait yang menginginkan pemekaran provinsi, dari dua provinsi menjadi empat provinsi.

"Presiden sudah menginstruksikan untuk menambah dua provinsi di Papua dan Papua Barat. Kemudian juga permintaan pelanggar hukum di Malang, Papua dan Surabaya ditindak tegas, itu sudah dilakukan," tutur Wiranto. 

Reporter Admin
Editor Lopi Kasim