Nasional

Alissa Wahid: Strategi Gus Dur Tangani Papua Lebih Ampuh

Oleh: Admin Senin 09 Sep 2019, 18:38 WIB
Alissa Wahid/Intisari.grid.id

JAKARTA,AYOJAKARTA.COM -- Penyikapan isu Papua oleh Pemerintah dinilai Alissa Wahid terlalu represif. Putri pertama Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu menyayangkan cara yang ditempuh Pemerintah era Joko Widodo (Jokowi). 

Alissa mengatakan, tindakan pemerintah menghadapi Papua dinilai terlalu berlebihan yang seharusnya bisa ditangani tanpa represif seperti halnya pada zaman era Gus Dur.

"Jelas bahwa prioritasnya adalah menurunkan ketegangan. Nah menurunkan ketegangan itu memang kalau sekitar caranya dengan represif tapi itu tidak sustainable, karena itu akan menimbulkan luka-luka baru," ungkap Alissa kepada Ayojakarta, di kantor Pengurus Besar Nadlatul Ulama (PBNU), Jalan Kramat, Jakarta Pusat, Senin (9/9). 

Alissa menuturkan, ketegangan Papua saat ini adalah bom waktu di mana konflik Papua sudah ada sejak lama, namun dari sisi penanganan, Alissa meyakinkan strategi ayahnya dalam menangani Papua lebih ampuh. 

"Perlu pendekatan yang berbeda, Gus Dur waktu itu efektif karena pendekatannya berbeda, jadi sekarang perlu juga penanganan yang berbeda," lanjut Alissa. 

Pendekatan yang perlu dilakukan, kata Alissa, pemerintah perlu menahan diri dan membangun komunikasi yang lebih intensif dengan masyarakat di Papua, sehingga timbul perdamaian yang berumur panjang sekaligus mengobati luka-luka batin Papua. 

"Karena sebelum Gus Dur itu juga sudah ada operasi militer, itu yang kemudian dihentikan dan di balik oleh Gus Dur dengan pendekatan kultural," ungkapnya.

Menurut Alissa, pendekatan kultural bukan semata-mata sekadar dialog. Namun Gus Dur menyadari betul bahwa masyarakat Papua bagian dari integral Indonesia sehingga Papua harus diperlakukan sebagai masyarakat yang berdaya dan punya kearifan lokal.

"Indonesia selain Papua belum memiliki pemahaman yang arif begitu terhadap Papua, ada yang sering mengatakan 'oh masyarakat Papua tertinggal dan sebagainya', kita nggak bisa gitu. Ada kearifan lokal yang dimiliki Papua dan itu harus kita hargai," tandas dia. 

Reporter Admin
Editor Lopi Kasim