Nasional

Usai Raya Meninggal Dunia, Gubernur Jabar Murka Lantaran Salah Seorang Warganya Meninggal Dalam Kondisi Diluar Nalar!

Oleh: Karseno AJ Rabu 20 Agu 2025, 22:20 WIB
Usai Raya Meninggal Dunia, Gubernur Jabar Murka Lantaran Salah Seorang Warganya Meninggal Dalam Kondisi Diluar Nalar!

AYOJAKARTA.COM – Raya, seorang balita berusia Empat tahun yang tinggal di Kampung Pandang Ngenyang, Desa Cianaga, Kabandungan, Sukabumi tengah menjadi sorotan.

Tinggal bersama ibunya yang mengalami gangguan jiwa dan ayah yang menderita TBC, Raya kecil banyak menghabiskan waktu bermain di kolong bilik tempat tinggalnya.

Akibat minimnya pengawasan dan asupan nutrisi dari keluarga yang mengalami keterbatasan, Raya kecil meninggal pada 22 Juli 2025 silam setelah sempat terkendala birokrasi.

Baca Juga: JIS Jadi Lokasi Kick Off BRI Super League 2025 Antara Persija Jakarta dan Malut United, Ini Harga Tiket yang Tersedia!

Akibat meninggalnya salah satu warga, Dedi Mulyadi selaku Gubernur Jawa Barat yang baru mengetahui kondisi Raya menyatakan rasa belasungkawa mendalam.

Selain menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga Raya, Dedi Mulyadi juga berencana akan menimbang ulang pemberian bantuan sosial di wilayah tersebut.

Kepergian Raya, menurut Gubernur Jabar merupakan salah satu indikasi gagalnya pelayanan kemasyarakatan di tingkat RT hingga Kelurahan atau desa.

Saat pertama kali mendapat penanganan dari Rumah Teduh, organisasi yang fokus dengan urusan kemanusiaan; kondisi Raya diketahui sudah tidak sadarkan diri.

Baca Juga: Siap-siap KPM Peralihan Pos! Bank BSI, BRI, dan Mandiri Mulai Distribusi Kartu KKS Agustus Ini

Meninggal dunia akibat mengalami kekurangan nutrisi, tubuh kecil Raya dikabarkan masih sempat mengeluarkan Cacing dari rongga hidung, mulut serta telinga.

Menurut Cisri Maryati selaku Bidang Desa, sejak lahir kondisi fisik Raya termasuk dalam kategori Bawah Garis Merah atau dibawah normal.

Untuk memastikan asupan nutrisi terpenuhi, Cisri beserta dengan para Pemangku wilayah juga memasukkan nama Raya dalam daftar prioritas.

Sempat mengalami peningkatan berat badan, Cisri juga memastikan seluruh anak di wilayahnya termasuk Raya mendapatkan Obat Cacing untuk dikonsumsi secara rutin.

Baca Juga: Kabar Gembira! PKH Tahap 3 dan 6 Bansos Lainnya Siap Dicairkan - Ini Cara Cek Statusnya

Menurut Budi Andriana selaku PLT Camat Kabandungan, salah satu penyebab Raya mengalami kondisi menyedihkan adalah pola asuh Sang Ayah.

Sejak berusia dua bulan, Budi menyebut bayi Raya sudah sering dibawa ayahnya untuk mencari kayu bakar di hutan.

Kondisi keluarga Raya yang cenderung memiliki keterbelakangan, baik kejiwaan serta finansial juga seringkali membuat warga sekitar kesulitan untuk berinteraksi.

Setiap kali akan dilakukan pendataan dan upaya pertolongan, Budi menyebut kedua orang tua Raya seringkali mendadak hilang sehingga tidak diketahui oleh warga.

Baca Juga: Dirasakan di Sejumlah Wilayah di Sekitar Jabodetabek, Warganet Ungkap Penyebab Gempa Bumi Bekasi Magnitudo 4,9

Tewasnya Raya yang baru diketahui pasca peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80, menurut Iin Achsien selaku Aktivis Kemanusiaan bermula dari laporan warga pada 13 Juli 2025.

Setelah menerima laporan, Rumah Teduh selaku lembaga kemanusiaan memutuskan untuk segera melakukan evakuasi ke rumah sakit untuk mendapat penanganan.

Terkait dengan pernyataan Gubernur Jawa Barat yang menyebut kepergian Raya sebagai salah satu indikasi gagalnya pelayanan, Achsien mengaku hal tersebut terjadi bukan hanya di Jabar.

“Iya, tidak salah, memang seperti itu, dan itu juga terjadi di banyak tempat,” jelasnya dikutip Ayojakarta dari YouTube Kompas TV. ***

Baca Juga: Miris! Cacing 15 CM Keluar dari Hidung Balita Sukabumi - Mengapa Sistem Kesehatan Kita Gagal?

Reporter Karseno AJ
Editor Katarina Erlita