AYOJAKARTA.COM – Warga di sekitar Bekasi, Jawa Barat dibuat terkejut dengan adanya Gempa Bumi berkekuatan Magnitudo 4.9.
Menurut BMKG, Gempa Bumi yang terjadi pada sekitar pukul 19:54 berpusat di 14 KM Tenggara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Berlangsung sekitar satu menit, Gempa Bumi yang mengguncang warga Bekasi dan sekitarnya juga sempat dirasakan sejumlah wilayah di Jakarta Timur.
Baca Juga: Miris! Cacing 15 CM Keluar dari Hidung Balita Sukabumi - Mengapa Sistem Kesehatan Kita Gagal?
Selain Jakarta Timur, gempa bumi Bekasi juga menurut sejumlah warganet ikut dirasakan di sejumlah wilayah seperti Cianjur, Subang, Tangerang, Karawang hingga Cikarang dan Bogor.
Melalui berbagai platform, para pegiat media sosial mengungkapkan pengalamannya selama terjadi Gempa Bumi di Bekasi.
Disamping mengajak untuk tetap berinteraksi dan berbagai informasi terkini, melalui media sosial sejumlah warganet juga mengingatkan potensi pergerakan Sesar di Jawa Barat.
Meski badan terkait belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait dengan Gempa Bumi Bekasi, nama Sesar Baribis sempat digadang-gadang masih mengancam wilayah Jabodetabek.
Baca Juga: Macet di TB Simatupang? Yuk Coba 8 Rute Transjakarta Ini untuk Perjalanan Lebih Lancar!
Bukan hanya menjadi ancaman serius bagi Jabodetabek, sesar Baribis juga memiliki potensi untuk mendatangkan bencana di kota lain di Indonesia.
Membentang di pulau Jawa, Sesar Baribis melintasi sejumlah wilayah dari Cirebon, Indramayu, Subang, Purwakarta, Karawang, Depok, Jakarta, Tangerang hingga Rangkasbitung.
Menurut Sony Ariwibowo selaku Peneliti Kebencanaan Geologi BRIN, Sesar Baribis Kendeng merupakan salah satu yang aktif di Indonesia, sehingga perlu banyak memiliki informasi.
Dengan berbekal informasi mengenai patahan tersebut, BRIN berharap dapat melakukan langkah-langkah mitigasi untuk penanggulangan bencana geologi.
Baca Juga: Tinggal 38% Lagi! Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B Rampung, Siap Layani 80 Ribu Penumpang Harian
Meski berdurasi singkat, gempa bumi Bekasi telah membuat jagat maya diselimuti dengan beragam komentar baik bernada kewaspadaan serta sindiran.
Melalui berbagai komentar, salah seorang warganet asal Tangerang mengungkapkan kerasnya dampak gempa yang dirasakan di kamar rumahnya.
“Kita yang di Tangerang aja berasa bener, kamar kaya ketubruk truk terus goyang,” ungkap warganet pemilik akun @rusfian seperti dikutip Ayojakarta dari IG @bekasi.terkini.
Selain berharap tidak terjadi gempa susulan atau bencana yang lebih berdampak, warganet juga mengaitkan peristiwa gempa dengan keputusan Menkeu Sri Mulyani.
Menurut salah seorang warganet, gempa bumi Bekasi terjadi karena Menkeu membuat kebijakan yang menghianati penderitaan rakyat Indonesia.
Akibat menaikkan komponen tunjangan para anggota DPR serta disambut dengan suka-cita dengan tarian, Tuhan memberikan pesan lewat guncangan.
“Gempa terjadi akibat DPR pada naik gaji sama naikin pajak,” komentar salah seorang warganet pemilik akun IG @*asrul* yang dikutip Ayojakarta dari @bekasi.terkini. ***