AYOJAKARTA.COM – Salah satu jenis atribut yang banyak serta mudah ditemukan setiap kali menjelang Hari Kemerdekaan Indonesia adalah ornamen Merah Putih.
Selain berwujud bendera, ornamen Merah Putih yang marak terlihat setiap menjelang Hari Kemerdekaan Indonesia juga berbentuk gapura atau berbagai kreasi hiasan.
Warna Merah Putih selain dikenal sebagai bendera negara, juga menyimpan sejarah panjang yang melatar belakangi lahirnya Hari Kemerdekaan Indonesia.
Untuk mempertebal semangat kecintaan terhadap Indonesia, berikut adalah alasan mengapa bendera pusaka tidak memiliki warna atau corak lainnya.
Bagi para leluhur bangsa Nusantara yang melahirkan negara Indonesia, Warna Merah Putih merupakan identitas paling mendasar setiap manusia.
Diambil dari warna Darah dan Tulang, Merah Putih juga terdapat pada entitas di alam semesta dalam wujud Getih atau darah pada hewan dan Getah pada pada pepohonan.
Berbekal kesadaran mendalam tersebut, leluhur Nusantara menjadikan Merah Putih sebagai simbol persatuan yang muncul karena kesadaran akan pentingnya menjaga perbedaan.
Baca Juga: Link Live Streaming Pidato Kenegaraan Presiden RI Pada 15 Agustus 2025, Klik di Sini!
Oleh bangsa Majapahit, atribut Merah Putih selain dijadikan sebagai panji-panji dalam berbagai pertempuran juga menjadi isyarat untuk menjaga kedamaian.
Warna Merah Putih warisan Majapahit semakin sering terlihat di berkibar saat Pangeran Diponegoro menyatakan perang terhadap pemerintah Belanda.
Melalui Perang Jawa yang berlangsung pada tahun 1825-1830, Pangeran Diponegoro berhasil membuat seluruh dunia mengakui militansi bangsa Indonesia.
Dalam melawan kolonial Belanda yang memiliki bendera berwarna Merah Putih Biru, bangsa Indonesia mengimani bahwa warna Biru adalah simbol Aristokrat yang harus disobek.
Warna Biru, oleh sebagian pejuang dianggap sebagai simbol golongan ningrat atau darah Biru yang selalu menyengsarakan rakyat serta tidak sesuai dengan falsafah hidup Indonesia.
Mengedepankan kesadaran serta semangat egaliter, pejuang Indonesia dengan tegas menyobek warna Biru di Hotel Yamato yang memicu Pertempuran Surabaya.
Sebelum menjadi bendera negara, Soekarno bersama dengan Tokoh Pendiri bangsa mengadakan rapat tidak resmi pada tanggal 12 September 1944.
Berdasarkan hasil rapat tersebut, Soekarno secara semiotika menyebut warna Merah sebagai simbol Keberanian dan Kesucian untuk warna Putih.
Baca Juga: Info Penutupan Jalan Sementara di Jakarta Utara, Ada 4 Jalur Angkutan Umum yang Terdampak
Pasca peristiwa proklamasi 17 Agustus 1945 yang menjadi tonggak lahirnya Hari Kemerdekaan Indonesia, kain Merah Putih yang dijuluki sebagai Bendera Pusaka secara resmi berkibar.
Selain Latief Hendraningrat dan Suhud, tokoh bersejarah yang pertama kali mengibarkan Pusaka Merah Putih adalah SK Trimurti.
Karena situasi yang berkecamuk bendera Pusaka Merah Putih sempat terpisah, sebelum akhirnya hari ini warna Merah Putih bisa berkibar di langit-langit Indonesia. ***