Nasional

Dampak Kerusuhan Warga Pati yang Menolak Kebijakan Pajak Bupati Pati, KPK Kini Mendalami Dugaan Tindak Korupsi Sudewo

Oleh: Karseno AJ Kamis 14 Agu 2025, 13:45 WIB
Ilustrasi Korupsi

AYOJAKARTA.COM – Berawal dari kebijakan Bupati Sudewo terkait penetapan pajak, masyarakat Pati menganggap keputusan tersebut telah mengkhianati mandat masyarakat.

Terdorong oleh rasa ketidak-adilan yang dilakukan Bupati Sudewo lewat kebijakan pajak, masyarakat Pati menggelar serangkaian aksi demonstrasi untuk meminta kembali hak.

Buntut aksi demonstrasi yang dilakukan warga Pati pada 13 Agustus 2025 terhadap Bupati Sudewo kemudian berujung bentrokan dengan petugas keamanan.

Baca Juga: Link Live Streaming Pidato Kenegaraan Presiden RI Pada 15 Agustus 2025, Klik di Sini!

Untuk mencairkan massa aksi, petugas kepolisian yang sempat berjaga terpaksa menembakkan sejumlah gas air mata, hingga benturan fisik tidak dapat ditolak.

Akibat bentrokan antara peserta aksi dengan petugas polisi, sejumlah peserta aksi demonstrasi serta petugas polisi dilarikan ke sejumlah rumah sakit yang berada di sekitar lokasi.

Menurut Shofa Aji selaku Dokter Jaga IGD RSUD Dokter Soewondo, kondisi para peserta demonstrasi kebanyakan mengalami sesak nafas akut.

Selain mengalami sesak nafas, tidak sedikit pula sejumlah pasien yang perlu menjalani perawatan lanjutan akibat cedera patah tulang dan luka akibat pukulan.

Baca Juga: Song Joong Ki Reunian dengan Cinta Pertama dalam Drama Korea My Youth, Intip Jadwal Tayang dan Sinopsisnya

“Ada yang patah karena kena pukulan, ada juga yang luka robek, total pasien yang boleh pulang ada 34 dan 6 orang dirawat,” jelasnya.

Sejumlah pasien yang masih perlu mengalami perawatan lanjutan, menurut Dokter Aji akan terus dipantau hingga proses pemulihan.

Disamping peserta demonstrasi, kondisi luka-luka dengan berbagai berbagai kategori juga dialami oleh sejumlah petugas kepolisian.

Menurut Kombes Pol Agustinus selaku Kabid Dokkes Polda Jateng, dari sejumlah anggota yang sempat menjalani perawatan dan mengalami luka hanya tertinggal satu orang.

Baca Juga: Info Penutupan Jalan Sementara di Jakarta Utara, Ada 4 Jalur Angkutan Umum yang Terdampak

Satu orang anggota kepolisian dengan jabatan perwira yang masih perlu melakukan pemulihan, menurut Kombes Agustinus adalah Kapolsek Kota.

“Ada 12 orang yang menjalani perawatan, sekarang yang dirawat tinggal Pak Kapolsek Kota; masih perlu dirawat karena benturan di kepala,” jelasnya dikutip Ayojakarta dari Kompas TV.

Akibat kebijakan Bupati Sudewo yang membuat sejumlah pihak mengalami luka, DPRD Pati saat ini tengah melakukan upaya pemakzulan.

Disamping karena kebijakannya yang dianggap tidak manusiawi, Bupati Pati juga tengah menjadi incaran petugas KPK.

Baca Juga: Info Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta Timur, Ada Pekerjaan Pembangunan Saluran Jacking dan Crossing hingga 22 Desember 2025

Menurut Budi Prasetyo selaku Juru Bicara KPK, Bupati Sudewo saat ini tengah menjadi incaran oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Sudewo, menurut penjelasan Jubir KPK ditengarai terlibat dalam praktik aliran dana pembangunan jalur kereta api dengan nilai kerugian negara mencapai 8 miliar rupiah.

Selain diduga menyambangi langsung sejumlah proyek kereta api yang dikelola kemenhub, perkara Sudewo menurut KPK juga masih akan terus dilakukan pendalaman. ***

Reporter Karseno AJ
Editor Katarina Erlita