Nasional

Gibran Rakabuming Unggah Menu Makan Siang dengan Sufmi Dasco Ahmad, Publik Menduga Konstelasi Politik Akan Naik

Oleh: Karseno AJ Minggu 10 Agu 2025, 21:17 WIB
Gibran Rakabuming Unggah Menu Makan Siang dengan Sufmi Dasco Ahmad, Publik Menduga Konstelasi Politik Akan Naik

AYOJAKARTA.COM – Di tengah adanya narasi pemakzulan terhadap Wapres, Gibran Rakabuming diketahui menikmati acara makan siang bersama Sufmi Dasco Ahmad.

Pertemuan antara Gibran Rakabuming yang juga menjabat Wakil Presiden dengan Wakil Ketua DPR serta Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, menuai sorotan.

Menurut sebagian kalangan, pertemuan antara Sufmi Dasco Ahmad dengan Gibran Rakabuming menyimpan isyarat akan adanya konstelasi politik.

Baca Juga: Profil Tzuyang, Youtuber Mukbang Paling Populer di Korea yang Bisa Makan 18 Jam Sehari Tanpa Menambah Berat Badan

Disamping menjadi isyarat titik kulminasi narasi pemakzulan Gibran, pertemuan tersebut juga diduga bagian dari proses penggulingan terhadap Presiden.

Kebijakan Presiden Prabowo terhadap sejumlah tokoh penting yang dianggap merupakan lawan politik Jokowi, ditengarai akan mewarnai suasana politik Indonesia ke depan.

Meski bersifat dugaan, sebagian kalangan menilai pertemuan tersebut menyimpan isyarat adanya percakapan antara Jokowi dengan Prabowo.

Sehubungan dengan banyaknya anggapan publik, Pengamat Politik Adi Prayitno menilai pertemuan Gibran dengan Sufmi Dasco merupakan hal wajar.

Baca Juga: Rundown Tes SKD STAN 2025 dan Durasinya, Para Peserta Wajib Tahu!

Baik Gibran serta Sufmi Dasco, menurut Adi keduanya berada dalam kubu yang sama saat berlangsungnya Pilpres 2024 lalu.

Sebagai sesama pemenang Pemilu dan sedang menjalankan mandat, Adi menilai pertemuan antara Gibran dengan Sufmi membawa banyak agenda persatuan.

Namun demikian, Adi tidak menampik bahwa pertemuan antara Gibran dengan Sufmi dapat diterjemahkan oleh publik sebagai bagian dari variabel politik.

Pemberian abolisi dan amnesti kepada sejumlah tokoh yang dikelompokkan sebagai kubu oposisi Jokowi, menurut Adi menjadi dasar pertimbangan publik.

Baca Juga: Tamat! Para Pemeran Drakor Law and The City Ucapkan Salam Perpisahan

Sehingga pertemuan tersebut, menurut Adi cukup relevan jika diterjemahkan sebagai bagian dari konsolidasi politik antara Presiden Prabowo dengan Keluarga Solo.

“Pesannya jelas, bahwa hubungan politik pemerintah dengan Jokowi itu baik-baik saja, tidak sebagaimana yang diasumsikan publik,” ujar Adi.

Dalam membaca pergerakan politik Presiden Prabowo, Adi berharap spektrum Candramawa atau Hitam-Putih tidak secara mutlak dijadikan takaran.

Hubungan baiknya dengan Megawati yang terlihat lewat pemberian ampunan kepada Sekjen PDIP, menurut Adi tidak bermakna buruk kepada Jokowi.

Baca Juga: Daftar 5 Gubernur dengan Kinerja Terbaik, Pramono Anung Ranking Berapa?

Berdasarkan pada histori politik, Prabowo Subianto menurut Adi memiliki banyak kenangan baik dengan para Presiden sebelumnya sejak mulai era SBY.

Dengan spektrum nasionalisme yang dimiliki, Adi optimis hubungannya dengan SBY, Megawati serta Jokowi akan diupayakan untuk senantiasa selaras.

“Presiden Prabowo itu berusaha tetap baik ke semua, jadi tidak bisa dalam perspektif konfliktual seperti yang diasumsikan oleh publik,” imbuhnya dikutip Ayojakarta dari kanal Youtube Kompas TV Palembang. ***

Reporter Karseno AJ
Editor Katarina Erlita