AYOJAKARTA.COM -- Selain Raffi Ahmad, Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah resmi dilantik sebagai utusan khusus presiden di era Prabowo-Gibran.
Diketahui, Miftah dilantik menjadi utusan khusus presiden bidang kerukunan beragama dan pembinaan sarana keagamaan.
Usai mendapatkan kursi di pemerintahan, Miftah menilai jabatan dan tugas yang bakal dijalani cukup menarik.
Di sisi lain, dia menegaskan kembali kalau jabatannya adalah sebagai utusan khusus, bukan staff khusus presiden.
“Fasilitas dengan sesneg (sekretaris negara). Jadi bukan staff khusus tapi utusan khusus presiden,” ujarnya dikutip dari YouTube KompasTV Jember pada Selasa, 22 Oktober 2024.
Selain itu, dia menilai kerukunan beragama di Indonesia adalah hal yang menarik karena banyak perbedaan.
Baca Juga: Resmi! Bawaslu Pamekasan Hentikan Kasus Viral Gus Miftah yang Diduga Lakukan Politik Uang
“Soal kerukunan di Indonesia itu kan menarik karena banyak perbedaan. Ada 17.000 pulau, 1.700 suku bangsa, 736 bahasa, dan 6 agama,” lanjut dia.
Menurut dia, kerukunan beragama dan pembinaan sarana keagamaan tidak disikapi secara dewasa, maka akan kurang baik jadinya.
Oleh sebab itu, dia mengaku akan menjaga kondusivitas kerukunan beragama setelah menerima jabatan tersebut.
“Kalau tidak disikapi secara dewasa, ini kurang baik. Maka upaya kita adalah menjaga kondusivitas itu terkait dengan kerukunan,” ungkapnya.
Terkait alasan hadirnya posisi baru yang kini ditempati dirinya di era Prabowo-Gibran dia, Miftah mencontoh bentuk kementerian Dubai, Uni Emirat Arab.
“Di Dubai, Uni Emirat Arab, moderasi itu tidak hanya utusan khusus presiden, melainkan bentuknya kementerian,” jelasnya.***