AYOJAKARTA.COM – Kepergian Raya, balita asal Sukabumi, Jawa Barat yang meninggal saat menjalani perawatan membuat banyak pihak terenyuh.
Selain karena kondisi jasad Raya dipenuhi dengan Cacing, masyarakat juga menaruh rasa iba atas kondisi keluarga Raya yang serba terbatas.
Tinggal bersama Ayah dengan penyakit TBC serta Ibu pengidap gangguan jiwa, rasa iba terhadap Raya juga ditambah kondisi Neneknya yang sering sakit.
Tanpa ada pengawasan cukup, balita Raya menurut warga sekitar lebih banyak menghabiskan waktu bermain di pelataran rumah panggung milik keluarga.
Interaksi yang cukup intens dengan tanah di halaman rumah serta fase oral balita Raya, ditengarai menjadi penyebab tubuh Raya perlahan menjadi tempat bersarangnya Cacing.
Menurut Asep Japar selaku Bupati Sukabumi, selain disebabkan oleh faktor lingkungan tempat tinggal; kondisi balita Raya juga turut dipengaruhi minimnya pola asuh.
Kondisi Ibu yang merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa serta ekonomi, membuat balita Raya sering mengalami penelantaran. “Kondisi dari kedua Orang tuanya memang agak terganggu, sehingga anaknya menjadi terlantar,” ungkapnya.
Sebelum dinyatakan tewas pada Juli lalu, sejumlah Aktivis Kemanusiaan yang tergabung dalam Rumah Teduh sempat membawa balita Raya berobat.
Selama menjalani perawatan akibat tidak sadarkan diri, relawan sempat terkejut karena Raya tidak memiliki data kependudukan termasuk BPJS.
Menyikapi hal tersebut, Asep mengaku layanan BPJS yang didanai oleh APBN memang sempat tidak diaktifkan oleh Pemerintah Pusat, sehingga berharap dilakukan perbaikan.
“BPJS yang dari APBN sekarang itu sudah dinonaktifkan, mudah-mudahan dengan adanya ini Pusat mendengar,”imbuh Asep seperti dikutip Ayojakarta dari Youtube tvOneNews.
Baca Juga: Catat! Ini Rute Transjakarta untuk Nonton Laga Persija Jakarta vs Malut United di JIS
Bukan hanya dialami oleh keluarga Udin selaku orang tua, hal serupa menurut Kepada Desa Cianaga tempat Raya tinggal juga banyak mengalami hal serupa.
Untuk memperoleh layanan kesehatan gratis di rumah sakit, sejumlah warga menurut Kepala Desa perlu membayar iuran atau BPJS Mandiri.
Terkait dengan kondisi yang dialami balita Raya, Pratikno selaku Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia sempat memberi tanggapan.
Saat dimintai tanggapan mengenai langkah yang akan dilakukan oleh Menteri PMK, Pratikno justru melimpahkan kepada Kemenkes karena mengaku sedang mengantuk.
Jawaban Pratikno selaku Penyelenggara Negara atas tewasnya balita Raya, sontak membuat sebagian Rakyat Indonesia murka.
Selain karena dianggap tidak menunjukkan rasa simpatik, kondisi hati nurani Menteri PMK Pratikno serta pejabat negara juga sempat dipertanyakan masyarakat.
“Pemerintah isinya kaya gini semua ya? taunya ngantuk, joget, makan sama pajak,” kritik warganet pemilik akun @*odywei* seperti dikutip Ayojakarta dari IG @officialtvnews. ***