Nasional

Lawan Rasa Takut, Jerome Polin Turun ke Jalan Pertama Kalinya untuk Suarakan Tuntutan Rakyat

Oleh: Katarina Erlita Kamis 04 Sep 2025, 19:50 WIB
Jerome Polin Pertama Kali Turun ke Jalan untuk Suarakan Tuntutan Rakyat. (Sumber: Instagram.com/@jeromepolin)

AYOJAKARTA.COM - Influencer, Jerome Polin, membuat kejutan dengan keberaniannya ikut turun ke jalan dalam aksi demonstrasi yang berlangsung di Jakarta, Kamis (4/9/2025).

Melalui unggahan di Instagram, Jerome Polin mengakui bahwa ini adalah kali pertama dalam hidupnya ia ikut aksi langsung di jalan, setelah sebelumnya sering merasa takut untuk menyuarakan pendapat di ranah publik.

Dalam unggahannya, Jerome menceritakan betapa banyak rasa takut yang ia rasakan, mulai dari takut salah bicara, disalahpahami, hingga diframing oleh pihak tertentu.

Baca Juga: Gacor Abis! Redmi Note 15 Pro Plus Dibandrol Rp4,3 Juta dengan Spesifikasi Keren, Baterai 7.000 mAh Awet Buat Gaming

Namun, keberanian itu muncul ketika ia menyadari bahwa ia tidak sendirian. Dukungan teman-teman, solidaritas masyarakat, serta besarnya tujuan perjuangan rakyat membuat Jerome mantap mengambil langkah tersebut.

“Rasanya itu semua tidak lebih penting daripada tercapainya keadilan dan hak rakyat yang selama ini diselewengkan,” tulisnya.

Aksi tersebut merupakan bagian dari gerakan Kolektif 17+8 Indonesia Berbenah, gabungan masyarakat sipil, musisi, influencer, dan komunitas yang menyuarakan 17 tuntutan jangka pendek dan 8 tuntutan jangka panjang kepada DPR RI.

Mereka mendatangi Gerbang Pancasila, Kompleks DPR RI, untuk menyerahkan surat resmi berisi daftar tuntutan rakyat.

Baca Juga: Ferry Irwandi Kena Serangan Doxing hingga Ancaman Pembunuhan Setelah Gencar Kritisi Pemerintah Indonesia

Perwakilan kolektif, Andhyta F. Utami (Afu), menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari kekecewaan mendalam akibat jatuhnya korban jiwa dalam unjuk rasa sebelumnya.

Ia menilai hal itu tidak akan terjadi jika pemerintah sejak awal mau mendengarkan aspirasi rakyat. Oleh karena itu, tuntutan 17+8 disusun sebagai bentuk desakan transparansi, reformasi, dan empati.

Beberapa poin penting dari 17 tuntutan rakyat mencakup penarikan TNI dari pengamanan sipil, pembentukan tim investigasi independen untuk mengusut korban jiwa demonstrasi, transparansi anggaran DPR, penghentian kekerasan aparat, hingga jaminan upah layak bagi pekerja.

Sementara itu, 8 tuntutan jangka panjang menekankan reformasi menyeluruh, mulai dari pembersihan DPR, reformasi partai politik, penguatan KPK, hingga evaluasi proyek strategis nasional (PSN) dan perlindungan masyarakat adat.

Baca Juga: Infrastruktur Sumsel Diakui Nasional, Bukti Program Pembangunan Merata Berhasil

Dalam aksi ini, hadir pula sejumlah figur publik seperti Jerhemy Owen, Abigail Limuria, Andovi dan Jovial da Lopez, Fathia Izzati, hingga Ferry Irwandi.

Mereka ditemui langsung oleh anggota DPR, Rieke Diah Pitaloka dan Andre Rosiade, yang berjanji menyampaikan tuntutan tersebut ke pihak terkait.

Kehadiran Jerome Polin dan para influencer lain menandai babak baru keterlibatan publik figur dalam gerakan sosial.

Bagi Jerome, langkah ini menjadi bukti bahwa melawan rasa takut demi kepentingan rakyat adalah keberanian yang patut diteladani.***

Baca Juga: Herman Deru Bawa Sumsel Raih Peringkat 7 Nasional Infrastruktur Terbaik

Reporter Katarina Erlita
Editor Katarina Erlita