Nasional

Beri Kritikan untuk Program Makan Bergizi Gratis yang Carut Marut, Ferry Irwandi: Hindari Bancakan Proyek!

Oleh: Katarina Erlita Kamis 25 Sep 2025, 14:46 WIB
Pedas! Ferry Irwandi Beri Kritikan untuk Program Makan Bergizi Gratis yang Carut Marut (Sumber: youtube.com/@ferryirwandi)

AYOJAKARTA.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan tajam. Kritik kali ini datang dari aktivis Ferry Irwandi yang menilai implementasi program andalan Presiden Prabowo tersebut masih jauh dari kata sempurna.

Melalui unggahan di Instagram Story pada Kamis, 25 September 2025, Ferry Irwandi menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh.

“Kenapa harus buru-buru? Gak bisa gitu bertahap dari daerah terluar? Beban anggarannya juga gede banget. Harus evaluasi ulang, dari mulai target, distribusi sampai dapurnya. Harus ada standarisasi yang jelas. Hindari bancakan proyek,” tulisnya. Ia menambahkan, sehebat apapun konsep sebuah program, jika eksekusi buruk, hasilnya tetap mengecewakan.

Baca Juga: Profil, Pendidikan dan Karier dr Tan Shot Yen Sosok Ahli Gizi yang Viral Kritik Menu Program MBG

Kasus Keracunan Massal Jadi Alarm Serius

Data Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI) mencatat, sejak 17 Januari hingga 18 September 2025 terdapat 5.626 kasus keracunan akibat konsumsi menu MBG di 16 provinsi.

Angka tersebut melonjak signifikan dari 1.376 kasus pada akhir Juni, membuktikan lemahnya pengawasan. Bahkan, hanya dalam tiga bulan terakhir, jumlah korban naik empat kali lipat.

Keracunan massal terakhir di Kabupaten Bandung Barat bahkan ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Baca Juga: Pramono Siapkan LPDP Versi Jakarta Tahun 2026, Mahasiswa Kuliah di Luar Negeri Atas Tanggung Jawab Pemprov DKI Jakarta, Ada 100 Kuota!

Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) turut menekan pemerintah agar menghentikan sementara program ini, demi keselamatan siswa dan guru yang menjadi korban.

Pemerintah Berjanji Evaluasi, Namun Tak Hentikan Program

Menanggapi desakan berbagai pihak, Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro menegaskan bahwa pemerintah mendengar aspirasi masyarakat, termasuk usulan penghentian sementara.

Namun, ia menekankan bahwa program MBG tidak mungkin dihentikan total karena merupakan salah satu prioritas nasional. Ia mengklaim pemerintah sudah mengambil langkah cepat, meski belum menjelaskan detail implementasinya.

Baca Juga: Viral! Kritikan dr Tan Shot Yen Soal Menu Program MBG: Minta 80 Persen Menu Lokal, Kok Dikasih Burger?

Sementara itu, Kepala Kantor Staf Presiden M Qodari menyebut ada empat faktor utama penyebab keracunan: higienitas makanan, suhu penyajian, kontaminasi silang, serta alergi pada sebagian penerima manfaat.

Pemerintah pun menyiapkan penguatan standar operasional prosedur (SOP). Saat ini, Kementerian Kesehatan mencatat baru 413 dari 1.379 Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) yang memiliki SOP keamanan pangan, dan hanya 312 yang sudah menerapkannya.

Kritikan publik dan data keracunan yang terus meningkat menunjukkan bahwa program MBG membutuhkan reformasi besar-besaran.

Evaluasi standar distribusi, kualitas dapur, hingga pengawasan lapangan harus diperketat agar program ini benar-benar membawa manfaat, bukan bencana.***

Baca Juga: Gubernur Pramono Sebut Kemacetan Jakarta Disebabkan Adanya Perbaikan Pintu Tol Semanggi, Minta Jasa Marga untuk Tanggung Jawab

Reporter Katarina Erlita
Editor Katarina Erlita