AYOJAKARTA.COM -- Dinamika kegiatan Retret Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) 2026 bertajuk "Penguatan Pers Profesional dan Orientasi Kebangsaan" semakin menarik perhatian.
Agenda yang mempertemukan insan pers dengan institusi pertahanan negara ini baru saja mengalami penyesuaian jadwal terkait kehadiran Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Sjafrie Sjamsoeddin.
Meski mengalami pengunduran waktu, perubahan ini justru membawa kabar baik dengan adanya tambahan agenda yang sangat dinantikan oleh para peserta: sesi menembak bersama.
Retret PWI 2026 yang berlangsung di Balai Diklat Kementerian Pertahanan, Rumpin, Bogor, ini menjadi momentum langka bagi para jurnalis untuk merasakan langsung atmosfer kedisiplinan militer.
Penyesuaian jadwal ini dikonfirmasi langsung oleh pimpinan pusat PWI guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan optimal dan memberikan dampak strategis bagi seluruh peserta.
Awalnya, Menteri Pertahanan dijadwalkan hadir untuk menyapa para wartawan pada Jumat siang, 30 Januari 2026. Namun, karena adanya penyesuaian agenda kenegaraan, kunjungan tersebut bergeser ke hari berikutnya.
Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menjelaskan bahwa pergeseran ini tetap menempatkan kehadiran Menhan sebagai agenda prioritas dalam retret tersebut.
"Menteri Pertahanan akan memberikan materi secara langsung kepada seluruh peserta retret pada Sabtu pagi. Agenda berikutnya setelah sesi materi adalah acara makan siang bersama antara beliau dengan para jurnalis," ungkap Akhmad Munir.
Meskipun jadwal bergeser, semangat para peserta tidak luntur. Sebaliknya, waktu tambahan ini digunakan para wartawan dari berbagai daerah untuk lebih mendalami materi pengantar bela negara sebelum berinteraksi langsung dengan pimpinan tertinggi Kementerian Pertahanan.
Salah satu hal menarik dari perubahan jadwal ini adalah sesi makan siang yang dikemas dengan cara unik.
Menhan tidak hanya sekadar makan bersama, tetapi juga ingin memperkenalkan sisi lain dari operasional militer kepada para wartawan, yakni melalui sistem logistik pangan.
Hidangan yang akan tersaji pada hari Sabtu nanti berasal langsung dari Dapur Umum Kementerian Pertahanan.
Hal ini bertujuan agar para insan pers bisa merasakan langsung kualitas dan standar nutrisi yang diterapkan bagi para prajurit serta personel pertahanan.
"Makan siang tersebut sengaja menggunakan menu dari unit Dapur Umum Kemhan sebagai upaya memperkenalkan sistem penyediaan logistik serta pola kedisiplinan yang menjadi standar di lingkungan Kementerian Pertahanan," jelas Munir lebih lanjut.
Kejutan terbesar dari perubahan jadwal ini adalah masuknya agenda "Menembak Bersama". Menteri Pertahanan nampaknya ingin memberikan pengalaman yang lebih berkesan dan menantang bagi para anggota PWI.
Sesi menembak ini bukan sekadar aktivitas rekreasi, melainkan cara untuk menguji fokus, ketenangan, dan ketangkasan para jurnalis—kualitas yang sebenarnya juga sangat dibutuhkan dalam profesi wartawan.
"Kami telah memasukkan sesi latihan menembak bareng sebagai agenda baru. Tim akan mengatur waktunya secara fleksibel, yang kemungkinan besar terlaksana pada hari Sabtu atau Minggu," tuturnya.
Sesi ini diprediksi akan menjadi daya tarik utama retret. Bagi banyak wartawan, kesempatan menggunakan fasilitas lapangan tembak milik militer di bawah bimbingan instruktur profesional adalah pengalaman sekali seumur hidup yang dapat mempertebal rasa percaya diri serta kedisiplinan.
Akhmad Munir menilai bahwa rangkaian acara ini memiliki bobot strategis yang tinggi. Pers tidak boleh berdiri terpisah dari kepentingan nasional.
Dengan memahami cara kerja kementerian pertahanan, wartawan diharapkan memiliki perspektif yang lebih luas saat memproduksi berita-berita terkait keamanan dan kedaulatan negara.
Interaksi langsung dengan Menhan dianggap sebagai jembatan untuk memperkuat wawasan kebangsaan, kedisiplinan, serta pemahaman peran pers dalam konteks pertahanan negara.
Retret ini mengumpulkan jurnalis-jurnalis terpilih dari beragam daerah di Indonesia. Tujuannya sangat jelas: membentuk wartawan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan komitmen yang teguh terhadap nilai-nilai luhur bangsa.