Nasional

Program TAQI Kemenag: Tadarus Al-Qur’an Inklusi untuk Sahabat Disabilitas Netra dan Tuli

Oleh: Gita Esa Hafitri Sabtu 21 Feb 2026, 17:30 WIB
Program TAQI Kemenag: Tadarus Al-Qur’an Inklusi untuk Sahabat Disabilitas Netra dan Tuli

AYOJAKARTA.COM -- Bulan Ramadan merupakan momen sakral bagi seluruh umat Islam di dunia untuk memperbanyak interaksi dengan kitab suci. Namun, seringkali akses untuk mendalami Al-Qur'an menjadi tantangan tersendiri bagi saudara-saudara kita yang memiliki keterbatasan fisik.

Menjawab tantangan tersebut, Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama menghadirkan terobosan bersejarah pada Ramadan 1447 H atau tahun 2026 ini melalui program Tadarus Al-Qur’an Inklusi (TAQI).

Program ini bukan sekadar tadarus biasa, melainkan sebuah manifestasi nyata dari keadilan akses keagamaan. Melalui TAQI, LPMQ memastikan bahwa keterbatasan sensorik seperti disabilitas netra maupun tuli bukan lagi penghalang untuk meraih keberkahan Ramadan.

Pemerintah ingin menegaskan bahwa Al-Qur'an adalah Hudan lin-Naas—petunjuk bagi seluruh umat manusia tanpa kecuali.

LPMQ merancang program ini sebagai respons atas kebutuhan mendasar kelompok disabilitas yang seringkali kesulitan menemukan wadah tadarus yang sesuai dengan kondisi mereka.

Kepala LPMQ, Abdul Aziz Shidqi, menyampaikan bahwa Ramadan seharusnya menjadi pengingat bahwa akses terhadap firman Tuhan harus terbuka luas bagi setiap individu.

"Melalui semangat Tadarus Al-Qur'an Inklusi (TAQI), kami menjamin agar para penyandang disabilitas tidak kehilangan kesempatan dalam menjemput keberkahan di bulan Ramadan," ungkap Abdul Aziz di Jakarta, Sabtu, 21 Februari 2026.

Memanfaatkan teknologi digital agar menjangkau seluruh pelosok Indonesia, TAQI dilaksanakan secara daring (online). Langkah ini memungkinkan penyandang disabilitas dari berbagai daerah untuk bergabung tanpa harus terkendala mobilitas fisik.

Berikut adalah detail pelaksanaan program TAQI:

Platform: Aplikasi Zoom Meeting.

Hari: Setiap Senin hingga Kamis.

Waktu: Pukul 12.50 – 14.00 WIB.

Durasi Program: Berlangsung mulai 23 Februari hingga 12 Maret 2026.

Bagi penyandang disabilitas netra, LPMQ telah menyiapkan Mushaf Al-Qur'an Braille yang telah melewati proses tashih (pemeriksaan ketepatan) yang sangat ketat. Mushaf ini dirancang khusus agar mudah diraba dan dibaca melalui ujung jari, sehingga memudahkan proses interaksi dengan setiap ayat.

"Berkat Mushaf Al-Qur'an Braille yang akurasinya telah diverifikasi oleh LPMQ, kini jari-jemari para penyandang disabilitas netra berfungsi sebagai indra penglihatan untuk mengeja setiap huruf dalam firman Tuhan," jelas Abdul Aziz.

Ia menambahkan bahwa tadarus menggunakan metode Braille ini menciptakan harmoni spiritual yang luar biasa. Fenomena ini membuktikan bahwa cinta terhadap Al-Qur'an dan semangat untuk menghafalnya tidak akan surut meskipun seseorang memiliki keterbatasan fisik.

Terobosan paling mutakhir dalam inklusivitas ibadah tahun ini adalah penggunaan Al-Qur’an Isyarat. Bagi teman tuli (tuli dan bisu), memahami ayat-ayat Al-Qur'an seringkali menjadi kendala karena terbatasnya metode pengajaran yang terstandar.

LPMQ menjawab hal ini dengan menyusun mushaf yang menggunakan metode kitabah (tulisan) dan tilawah (isyarat).

Dalam sesi TAQI, peserta dari kalangan disabilitas tuli akan dipandu untuk mempelajari makna ayat melalui gerakan tangan yang sistematis. Mengenai teknis pembelajaran dalam program ini, Abdul Aziz memaparkan:

"LPMQ telah memformulasikan Mushaf Al-Qur'an Isyarat dengan pendekatan metode tulis dan baca isyarat. Melalui kegiatan TAQI, rekan-rekan disabilitas tuli dapat mendalami isi ayat Al-Qur'an lewat gerakan tangan yang telah terstandar dan disusun secara rapi," tuturnya.

Kehadiran program Al-Qur'an Braille dan Al-Qur'an Isyarat dalam program TAQI dipandang sebagai bentuk nyata pengamalan nilai-nilai Al-Qur'an di era modern.

Abdul Aziz mengandaikan bahwa jika pada masa awal dakwah Islam Al-Qur'an hadir untuk menghapus perbedaan kelas sosial di Mekkah, maka di era sekarang, layanan inklusif ini hadir untuk menghapus hambatan fisik.

"Esensi keadilan dalam Al-Qur'an berarti setiap hamba Tuhan memiliki kesempatan dan hak yang identik untuk berkomunikasi dengan Penciptanya," terangnya.

Melalui program TAQI, pemerintah berharap tidak ada lagi alasan bagi siapa pun untuk merasa terpinggirkan dari aktivitas keagamaan. Akses yang dibuka lebar melalui sentuhan tangan maupun bahasa isyarat diharapkan menjadikan Ramadan 1447 H sebagai "musim semi" di mana hati setiap muslim dapat berbunga dengan iman.

Penyelenggaraan TAQI menjadi momentum penting untuk membangun ekosistem Al-Qur'an yang inklusif di Indonesia. Ini adalah pesan kuat kepada semesta bahwa Islam adalah rahmat bagi sekalian alam tanpa terkecuali.

"Mari kita jadikan bulan suci ini sebagai titik awal untuk memperkuat lingkungan Al-Qur'an yang terbuka bagi semua orang. Ramadan mengingatkan kita bahwa Al-Qur'an hadir sebagai kasih sayang bagi seluruh semesta tanpa ada pembedaan sedikit pun," pungkasnya.

Tadarus Al-Qur’an Inklusi (TAQI) yang digagas oleh LPMQ Kemenag adalah langkah besar dalam sejarah pelayanan publik di bidang keagamaan.

Dengan mengintegrasikan teknologi online, metode Braille, dan bahasa isyarat, pemerintah tidak hanya menyediakan fasilitas, tetapi juga mengembalikan martabat dan hak spiritual para penyandang disabilitas.

Reporter Gita Esa Hafitri
Editor Gita Esa Hafitri