Nasional

Sisi Lain Try Sutrisno, Sosok Jenderal yang Dikenal Paling Jujur dan Sederhana

Oleh: Katarina Erlita Senin 02 Mar 2026, 11:59 WIB
Momen Saat Jokowi Jenguk Try Sutrisno. (Sumber: BPMI Setpres/presidenri.go.id | Foto: Muchlis Jr)

AYOJAKARTA.COM - Kabar duka menyelimuti Indonesia. Wakil Presiden (Wapres) ke-6 RI, Try Sutrisno**, dikabarkan wafat pada Senin (2/3/2026) dalam usia 90 tahun setelah menjalani perawatan di RSPAD Gatot Subroto. Kepergiannya menjadi momen refleksi atas perjalanan panjang seorang jenderal yang dikenal jujur, sederhana, dan berintegritas tinggi.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, membenarkan kabar tersebut. “Kita berdukacita sangat mendalam. Saya sudah minta RSPAD garnisun Setneg untuk memberikan atensi terbaik,” ujarnya.

Profil dan Karier Militer Try Sutrisno

Lahir di Surabaya, 15 November 1935, Try Sutrisno tumbuh dari keluarga sederhana. Sejak usia 13 tahun, ia sudah berhenti sekolah demi membantu ekonomi keluarga dengan berjualan koran, rokok, hingga menjadi kurir. Latar belakang inilah yang membentuk karakter disiplin dan kemandiriannya.

Karier militernya dimulai sebagai lulusan Akademi Militer Angkatan Darat (Atekad). Ia terlibat dalam berbagai operasi penting, seperti penumpasan DI/TII di Aceh (1957), operasi pembebasan Irian Barat (1962), hingga penanganan peristiwa G30S tahun 1965.

Kariernya terus menanjak: pernah menjadi ajudan Presiden Soeharto (1974–1978), Pangdam V/Jaya (1982), KSAD, hingga Panglima ABRI pada 1988. Puncaknya, melalui Sidang Umum MPR 1993, ia terpilih sebagai Wakil Presiden RI mendampingi Soeharto untuk periode 1993–1998, sebelum digantikan oleh B. J. Habibie.

Sisi Lain: Jenderal yang Hidup Bersahaja

Di balik jabatan strategisnya, Try Sutrisno dikenal luas sebagai jenderal yang tidak korupsi. Ia bahkan pernah mengungkapkan harus mencicil rumah dinas selama 15 tahun saat menjabat KSAD karena keterbatasan ekonomi. Ia menolak menggunakan jabatan untuk memperkaya diri.

Kesederhanaannya membuatnya disegani lintas kalangan. Guntur Soekarnoputra pernah menyebut foto Try Sutrisno sebagai satu-satunya foto jenderal yang ia simpan karena rasa hormatnya.

Dikenal loyal namun tegas, Try Sutrisno mampu menjaga integritas di tengah dinamika politik Orde Baru. Setelah purna tugas sebagai Wapres, ia tetap aktif di dunia politik, termasuk dalam kepengurusan Partai Keadilan dan Persatuan (PKP Indonesia). Di usia senja, ia bahkan meluncurkan buku tentang pola asuh.

Warisan Keteladanan

Nama Try Sutrisno tercatat dalam sejarah sebagai Wapres ke-6 RI, sejajar dengan tokoh-tokoh seperti Mohammad Hatta dan Megawati Soekarnoputri yang pernah menduduki posisi strategis tersebut.

Try Sutrisno bukan sekadar jenderal atau wakil presiden. Ia adalah simbol dedikasi militer yang berpadu dengan kesederhanaan hidup. Keteladanan integritas dan kejujurannya menjadi warisan moral bagi generasi penerus bangsa.***

Reporter Katarina Erlita
Editor Katarina Erlita