AYOJAKARTA.COM -- Komitmen PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk hadir sebagai pilar utama dalam struktur sosial masyarakat Indonesia kian hari kian nyata.
Tidak hanya berfokus pada penyaluran modal finansial, PNM secara konsisten menerapkan pendekatan holistik yang menyentuh berbagai lapisan usia.
Hingga tahun 2026, PNM telah mencatatkan pencapaian luar biasa dengan memberikan layanan pemberdayaan kepada 22,9 juta perempuan pengusaha ultra mikro di seluruh pelosok negeri.
Namun, strategi pemberdayaan PNM tidak berhenti pada kelompok ibu-ibu prasejahtera saja. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang bernaung di bawah bendera "PNM Peduli", perusahaan plat merah ini mulai merambah dunia pengembangan potensi generasi muda.
Salah satu langkah revolusioner yang diambil adalah menjalin sinergi strategis dengan dunia olahraga melalui dukungan pada gelaran kasta tertinggi futsal tanah air, Pro Futsal League (PFL) 2026.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan bersama PFL 2026, PNM menyelenggarakan kegiatan bertajuk Goes to School yang kali ini menyapa para siswa di SMTK Malinggang, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan sebuah Coaching Clinic intensif yang dirancang untuk memberikan wawasan baru bagi para pelajar.
Sebelum menyambangi Kalimantan Selatan, rangkaian kegiatan serupa telah sukses dilaksanakan di berbagai kota besar seperti Tangerang, Jakarta, dan Malang.
Konsistensi ini menunjukkan ambisi PNM untuk mendekatkan akses pembinaan atletik sekaligus literasi ekonomi kepada para pelajar di daerah, sehingga mereka memiliki peluang yang setara dengan rekan-rekan mereka di ibu kota.
Dalam kegiatan di Banjarbaru ini, PNM tidak tanggung-tanggung dengan menghadirkan langsung pelatih Tim Nasional Futsal Indonesia.
Kehadiran sosok profesional ini memberikan pengalaman belajar yang sangat aplikatif, mencaku pperan PNM di masyarakat Indonesia, teknik dasar hingga pembentukan mental bertanding futsal.
Dampak dari kegiatan ini ternyata jauh melampaui lapangan futsal. Atmosfer positif dan antusiasme meluap dari wajah-wajah para peserta.
Banyak dari mereka yang sebelumnya tidak mengenal apa itu pemberdayaan ultra mikro, kini mulai melihat profesi tersebut sebagai jalan pengabdian yang keren dan membanggakan.
Salah seorang peserta mengungkapkan pengalamannya dengan penuh rasa syukur. Ia mengaku bahwa niat awalnya hanyalah untuk mengasah kemampuan bermain futsal, namun apa yang ia dapatkan justru jauh lebih luas.
“Pada mulanya, niat saya hanya mengikuti pelatihan futsal, namun saya justru memperoleh pengetahuan baru mengenai fungsi penting PNM bagi bangsa Indonesia, yang ternyata sangat luar biasa. Hal ini membuka wawasan saya, dan saya menaruh harapan agar kelak memiliki kesempatan untuk berkarir di PNM,” ujar salah satu peserta didik dengan penuh semangat.
Salah satu sorotan utama dalam kegiatan Goes to School ini adalah pengenalan profesi Account Officer (AO). Bagi siswa SMK/SMTK, informasi ini sangatlah krusial.
PNM secara terbuka memaparkan bahwa lulusan SMK memiliki peluang besar untuk langsung terjun ke dunia kerja sebagai garda terdepan pemberdayaan.
Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menekankan bahwa keterlibatan PNM dalam dunia sekolah dan olahraga merupakan bagian dari desain besar pemberdayaan yang komprehensif.
Menurutnya, anak muda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pembangunan ekonomi, melainkan harus dipersiapkan sejak dini agar siap menjadi aktor utama.
“Pihak kami menilai bahwa kaum muda mempunyai talenta besar yang patut didukung sejak masa awal mereka. Lewat inisiatif semacam ini, kami berupaya menyediakan wadah edukasi sekaligus memaparkan peluang bagi mereka untuk mengambil peran dalam aktivitas pemberdayaan masyarakat,” tegas Dodot Patria Ary.