Nasional

Sepak Terjang Hasan Nasbi, Sempat Terseret Kontroversi hingga Kini Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden

Oleh: Katarina Erlita Senin 27 Apr 2026, 16:43 WIB
Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi. (Sumber: menpan.go.id)

AYOJAKARTA.COM - Nama Hasan Nasbi kembali mencuat di panggung politik nasional setelah resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Komunikasi.

Pelantikan ini dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 27 April 2026, bersamaan dengan sejumlah pejabat penting lainnya dalam rangkaian perombakan kabinet.

Hasan Nasbi mengambil sumpah jabatan di hadapan Presiden Prabowo, berkomitmen untuk menjunjung tinggi etika jabatan dan bekerja dengan penuh rasa tanggung jawab demi bangsa dan negara.

Kembalinya Hasan Nasbi ke lingkungan Istana terbilang cepat, mengingat setahun sebelumnya ia sempat mengundurkan diri dari posisi strategis.

Pada 21 April 2025, Hasan mundur dari jabatannya sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan.

Saat itu, ia menyatakan bahwa pengunduran dirinya didorong oleh adanya persoalan yang sudah di luar kemampuannya untuk ditangani.

Ia memilih untuk "menepi" secara tenang tanpa ingin menimbulkan kegaduhan publik.

Sepanjang kariernya, rekam jejak Hasan Nasbi memang tidak pernah sepi dari sorotan.

Salah satu kontroversi yang paling memicu kritik adalah tanggapannya terkait teror pengiriman kepala babi ke kantor media Tempo pada Maret 2025.

Hasan dinilai kurang sensitif karena justru menyarankan agar kepala babi tersebut dimasak saja, alih-alih mengecam tindakan teror tersebut.

Ia berdalih bahwa pihak redaksi Tempo menanggapi kejadian itu dengan candaan di media sosial, sehingga ia merasa pemerintah tidak perlu ikut campur dalam masalah internal tersebut.

Jauh sebelum menjabat di pemerintahan, Hasan juga sempat berurusan dengan aparat penegak hukum.

Pada akhir 2016, dalam kapasitasnya sebagai CEO PT Cyrus Nusantara, ia diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus suap proyek Pasar Atas Baru Cimahi yang melibatkan Wali Kota Atty Suharti.

Dalam perkembangannya, Hasan diketahui telah mengembalikan uang senilai Rp 1,4 miliar kepada KPK yang diduga terkait kontrak proyek tersebut.

Selain itu, namanya pernah dikaitkan dengan isu aliran dana Rp 30 miliar dari pengembang reklamasi kepada relawan Teman Ahok melalui lembaga Cyrus Network, meski tudingan ini dibantahnya sebagai gosip belaka.

Hasan juga dikenal vokal dalam membela figur politik, termasuk saat ia memberikan pembelaan terhadap Kaesang Pangarep dalam polemik penggunaan jet pribadi pada September 2024.

Ia berargumen bahwa status Kaesang sebagai warga sipil dan pebisnis membuatnya tidak terikat pada aturan gratifikasi pejabat publik.

Kini, dengan pelantikan terbarunya, Hasan Nasbi kembali dipercaya memperkuat tim komunikasi Presiden Prabowo.

Acara pelantikan tersebut turut dihadiri oleh jajaran petinggi negara, termasuk Wapres Gibran Rakabuming, Ketua MPR Ahmad Muzani, serta beberapa Menteri Koordinator.

Penunjukan ini menandai babak baru dalam perjalanan karier Hasan Nasbi di pusat kekuasaan.***

Reporter Katarina Erlita
Editor Katarina Erlita