AYOJAKARTA.COM - Publik tanah air kembali dikejutkan dengan terseretnya nama pesohor Raffi Ahmad dalam pusaran kasus Blue Ray Cargo yang berkaitan dengan dugaan korupsi impor di lingkungan Bea Cukai.
Menanggapi berbagai tudingan yang kian memanas, Raffi Ahmad resmi menggandeng pengacara senior Hotman Paris Hutapea guna melakukan perlawanan hukum terhadap spekulasi liar yang beredar di media massa.
Keterlibatan nama Raffi Ahmad bermula dari fakta persidangan kasus dugaan suap importasi barang di Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC).
Dalam sidang dengan terdakwa pimpinan Blueray Cargo, John Field, muncul keterangan saksi mengenai adanya titipan barang elektronik berupa laptop dan iPhone dari Amerika Serikat ke Indonesia.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Plt Direktur Penyidikan, Taufik Ahmad Husein, mengonfirmasi bahwa Raffi Ahmad memang diduga pernah menitipkan barang elektronik melalui pihak Blueray Cargo karena alasan perkenalan.
Namun, KPK menekankan bahwa tindakan tersebut hanya melibatkan sekitar dua unit barang dan belum mengarah pada kategori penyelundupan ataupun menjadi bagian dari skema korupsi besar dalam peristiwa Blueray.
Merespons pemberitaan miring tersebut, Hotman Paris mengungkapkan bahwa Raffi Ahmad telah menghubunginya secara langsung melalui telepon pada Senin malam untuk meminta pendampingan hukum penuh.
Hotman menegaskan bahwa nama kliennya disinyalir sengaja dicatut oleh pihak-pihak tertentu untuk membangun opini negatif.
Ia menilai banyak pihak, mulai dari netizen hingga motivator, yang asal bicara tanpa dasar hukum yang kuat terkait masalah ini.
Sebagai langkah konkret, Hotman Paris telah menjadwalkan sebuah konferensi pers konfrontatif bersama Raffi Ahmad pada hari Kamis mendatang pukul 14.00 WIB.
Hotman melayangkan tantangan terbuka kepada siapa pun yang menuduh Raffi terlibat dalam praktik ilegal tersebut untuk hadir dan membeberkan bukti hukum yang valid di depan media.
"Siapa pun yang menuduh Raffi Ahmad terlibat dalam kasus impor tersebut ditantang untuk datang, duduk bersama media, dan membeberkan bukti hukum yang valid," tegas Hotman.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa reputasi Raffi Ahmad sebagai Utusan Khusus Presiden tidak tercemar oleh fitnah yang tidak berdasar.
Konferensi pers ini diharapkan dapat menjernihkan duduk perkara sebenarnya dan menghentikan segala bentuk penghakiman massa di ruang publik.***