Nasional

BMKG Umumkan Penyebab Gempa M6,7 Sulawesi Tengah

Oleh: Katarina Erlita Selasa 16 Jun 2026, 17:32 WIB
Ilustrasi Gempa Bumi. (Sumber: Pixabay/Angelo_Giordano)

AYOJAKARTA.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan resmi terkait gempa besar di Sulawesi Tengah.

Peristiwa gempa bumi tektonik ini terjadi pada hari Selasa, 16 Juni 2026. Kekuatan gempa tercatat mencapai magnitudo M6,7. Pusat gempa atau episenter berada di koordinat 1,03° LS dan 120,24° BT.

Lokasi tepatnya berada di darat pada jarak 42 km arah tenggara Kota Palu. Gempa ini memiliki kedalaman yang sangat dangkal, yaitu hanya 10 kilometer.

"BMKG memastikan gempa M6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6) merupakan gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Sausu dan tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 12.00 WIB, tercatat 20 gempa susulan dengan magnitudo terbesar M5,2," tulis akun Instagram @ppid_bmkg.

Berdasarkan analisis BMKG, penyebab utama gempa adalah aktivitas Sesar Sausu.

Jenis gempa ini tergolong gempa bumi dangkal akibat pergerakan sesar aktif tersebut.

Mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki pergerakan turun atau normal fault.

Wilayah Torue di Parigi Moutong menjadi salah satu area yang paling terdampak. Aktivitas tektonik ini memicu guncangan hebat di sekitar wilayah episenter.

BMKG memastikan bahwa gempa M6,7 ini tidak berpotensi tsunami. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa lokasi pusat gempa di darat tidak memicu gelombang laut.

Meskipun demikian, guncangan gempa dirasakan sangat kuat di berbagai daerah.

Di Kota Palu, guncangan dirasakan dengan skala intensitas VI-VII MMI. Wilayah Sigi merasakan getaran pada skala V-VI MMI.

Daerah lain seperti Polewalimandar, Mamuju, hingga Luwu Utara juga merasakan getaran dengan skala lebih kecil.

Guncangan kuat ini dilaporkan telah menimbulkan sejumlah dampak kerusakan pada bangunan.

Hingga pukul 12.00 WIB, BMKG terus memantau aktivitas gempa susulan atau aftershock.

Tercatat sudah terjadi sebanyak 20 kali gempa susulan di wilayah tersebut. Magnitudo gempa susulan terbesar yang terekam adalah M5,2.

BMKG akan terus memperbarui informasi mengenai perkembangan aktivitas tektonik ini kepada masyarakat.

Pihak BMKG mengimbau agar seluruh masyarakat di Sulawesi Tengah tetap bersikap tenang.

Warga diminta untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum terverifikasi kebenarannya.

Sangat penting bagi warga untuk menghindari bangunan yang sudah retak atau rusak akibat gempa.

Pastikan bangunan tempat tinggal masih cukup stabil sebelum memutuskan untuk kembali ke dalam rumah.

Masyarakat disarankan untuk selalu memantau informasi resmi melalui aplikasi InfoBMKG atau situs resmi pemerintah.

Kanal komunikasi resmi seperti Instagram @infoBMKG juga terus menyajikan data terkini.***

Reporter Katarina Erlita
Editor Katarina Erlita