Nasional

Sudah Berjalan 1 Tahun Lebih, Luhut Binsar Sebut Perencanaan Program MBG Kurang Matang, Minta Pemerintah untuk Fokus pada Hal Ini

Oleh: Desi Kris
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan (Sumber: Instagram @luhut.pandjaitan)

AYOJAKARTA.COM - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menilai perencanaan Program Makan Bergizi Gratis ( MBG ) masih belum matang meski program tersebut telah berjalan lebih dari satu tahun.

Menurutnya, pemerintah kini perlu memfokuskan mencari solusi dibanding memperdebatkan persoalan yang telah terjadi.

Luhut mengatakan bahwa saat ini program MBG masih banyak yang perlu diperbaiki.

Ia menilai, sejumlah persoalan yang muncul itu terjadi karena perencanaan di tahap awal yang belum disiapkan secara matang.

"Jadi masalah kita adalah ide-ide besar presiden tidak kita siapkan perencanaannya yang matang. Itu salah kita semua lah," ujar Luhut.

Ia pun mengungkapkan salah satu hal yang saat ini jadi perhatian adalah terkait persoalan MBG di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Berdasarkan hasil evaluasi DEN, diungkap Luhut, bahwa ada sejumlah persoalan data dan implementasi di lapangan yang muncul setelah anggaran program telah dicairkan.

"Karena ini sudah kejadian, enggak bisa dipotong begitu saja. karena tadi apa? Karena 3T yang dibilang itu ternyata banyak yang enggak benar, padahal sudah keluar uangnya," ungkapnya.

Luhut pun lantas menyarankan agar pemerintah kini fokus mencari solusi yang telah terjadi.

Hingga kini, pihak DEN masih memberikan masukan kepada tim penyelanggara program MBG.

Langkah ini dilakukan agar program tersebut bisa lebih baik dalam melaksanakannya.

Luhut mengatakan bahwa evaluasi ini juga dilakukan bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan kementerian terkait.

"Tim Makan Bergizi juga undang Dewan Ekonomi tadi malam rapat dan kita memberikan masukan-masukan, terpaksa memperbaiki yang sebenarnya enggak perlu diperbaiki kalau kita mulai dari nol, daerah 3T misalnya," katanya.

Lebih lanjut, Luhut menyampaikan pihaknya telah melakukan kajian di sekitar 800 titik di berbagai wilayah Indonesia.

Kajian ini dilakukan untuk memetakan persoalan kemiskinan dan menyusun rekomendasi pelaksanaan MBG yang lebih tepat sasaran.***

Reporter Desi Kris
Editor Desi Kris