Nasional

NasDem Tak Ingin Jadi Prioritas Jatah Menteri di Kabinet Prabowo-Gibran, Surya Paloh: Kita Tidak Memperjuangkan Sejak Awal di Pilpres

Oleh: Dhiajeng Ayu Utri Agustin Jumat 20 Sep 2024, 14:04 WIB
Menanggapi jatah kursi di kabinet Prabowo-Gibran, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh akhirnya angkat bicara.

AYOJAKARTA.COM — Muncul pembicaraan jatah kursi di Kabinet Prabowo-Gibran untuk 2024-2029 mendatang.

Menanggapi jatah kursi di kabinet Prabowo-Gibran, Ketua Umum Partai NasDem akhirnya angkat bicara.

Surya Paloh selaku Ketua Umum Partai NasDem mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan kesempatan Prabowo untuk memprioritaskan seluruh partai politik di luar NasDem.

"Saya mengutarakan kepada Pak Prabowo, NasDem memberikan kesempatan kepada beliau dan seluruh kebijakan beliau untuk memprioritaskan seluruh partai-partai politik di luar NasDem untuk masuk di kabinet," ungkap Surya Paloh, dikutip dari YouTube KOMPASTV pada Jumat, 20 September 2024.

Paloh mengharapkan jika NasDem bukan sebagai prioritas dalam pembagian jatah menteri di kabinet Prabowo-Gibran.

Baca Juga: Fufufafa Bikin Heboh Hina Prabowo Subianto, Analis IT Sebut Pemilik Akun Kaskus Bisa Dilacak dengan Cara Ini

Ia beralasan bahwa posisi sebagai pembantu presiden merupakan sebuah kehormatan tersendiri, namun akan lebih terhormat untuk memberikan kesempatan kepada partai politik lain.

"Kami bisa merasakan betapa terhormatnya posisi salah satu pembantu presiden apapun itu nomenklaturnya dalam kabinet. Tapi juga tidak kalah terhormat untuk memberikan kesempatan kepada partai politik lain," ujar Paloh.

Paloh juga menilai, jika secara etik Partai NasDem bukanlah yang memperjuangkan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024.

"Kita tahu secara etik kita bukan yang memperjuangkan sejak awal pada Pilpres untuk mendukung Pak Prabowo," lanjut Paloh.

Menurutnya, ini merupakan sebuah proses pendidikan dan etika politik yang ingin diupayakan meskipun tidak bisa sepenuhnya.

Baca Juga: Potongan Video Kaesang Sebut Gibran Kudeta Prabowo di Tahun 2029 Viral, Hersubeno Arief: Ini Bercanda atau Serius?

Meskipun begitu, NasDem menegaskan akan tetap berada di barisan pemerintahan untuk tetap mendukung jalannya pemerintahan di era Prabowo-Gibran.

"Jadi tetap berada di dalam barisan pemerintahan, mengupayakan apa kemampuan yang ada dalam barisan Partai Nasdem ini agar suksesnya roda administratif jalannya pemerintahan," jelas Ketua Umum Partai NasDem tersebut.

Menyinggung soal kursi menteri di kabinet Prabowo-Gibran, Paloh mengatakan bahwa itu bukanlah keinginan NasDem yang utama. Pihaknya akan tetap menghormati meskipun NasDem tidak mendapatkan jatah menteri di kabinet.

"Bicara soal kursi, itu bukan keinginan NasDem nomor satu, jadi nomor buntut paling belakang. Ada gak ada kursi pasti kita hormati sekali," lanjutnya.

Ia berharap sikap partai politiknya bisa menjadi sumbangsih bahwasannya jatah menteri bukan segalanya untuk membuktikan keloyalan NasDem kepada pemerintah.***

Reporter Dhiajeng Ayu Utri Agustin
Editor Tedi Rukmana