AYOJAKARTA.COM – Salah satu kabupaten di Jawa Timur berpotensi terdampak gempa megathrust.
Jember menjadi kabupaten di Jawa Timur yang berpotensi terdampak guncangan gempa megathrust.
Seperti yang diketahui, gempa megathrust mempunyai potensi gempa dengan magnitudo hingga 8,9.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemetaan menunjukkan bahwa enam kecamatan di pesisir pantai Jember rawan terdampak bencana megathrust.
Keenam kecamatan tersebut adalah Kencong, Gumukmas, Puger, Wuluhan, Ambulu, dan Tempurejo.
Diketahui, keenam kecamatan yang berpotensi terdampak itu berbatasan langsung dengan pesisir selatan Jawa.
Baca Juga: Video Viral di Media Sosial X: Ridwan Kamil Ditolak Warga di Rawabunga Jatinegara
BPBD ember telah melakukan berbagai hal untuk mengurangi risiko bencana akibat gempa megathrust.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember, Penta Satria mengatakan saat ini BPBD telah memasang rambu jalur evakuasi.
“Beberapa upaya yang telah kami lakukan pertama yaitu kita pemasangan rambu-rambu bencana meliputi jalur evakuasi, titik kumpul, titik evakuasi sementara dan tempat evakuasi akhir,” kata Penta dikutip dari kanal YouTube Kompas TV Jember pada Sabtu (7/9/2024).
Penta menjelaskan pihaknya juga akan mengoptimalkan relawan Desa Tanggap Bencana dan menghidupkan sistem kentongan.
Baca Juga: Maudy Zaenab Mundur dari Tim Pemenangan Pramono-Rano, Gara-Gara Cinta Segitiga Doel dengan Sarah?
Sistem kentongan tersebut dilakukan melalui mushola dan masjid sebagai bentuk peringatan kearifan lokal.
Selain memasang sejumlah rambu evakuasi, pihaknya juga akan memasang early warning system (EWS) berbasis digital.
EWS akan dipasang di sepanjang pesisir pantai selatan untuk mendeteksi perubahan permukaan air laut yang mengindikasikan tsunami.
Selain itu, alat tersebut juga sudah dilengkapi dengan kamera CCTV yang terhubung langsung dengan BMKG.
“Kita akan memasang EWS berbasis kearifan lokal dimana kita akan memberdayakan mushola dan masjid yang berada di wilayah pantai selatan untuk kita menjadikan EWS untuk penyampaian sumber informasi dari BBD ataupun BMKG bila suatu saat terjadi bencana,” tutupnya.