Nasional

Kemenkes Siapkan Vaksin Monkeypox untuk 4 Golongan Ini, Anak-Anak Tidak Masuk Sasaran Utama

Oleh: Dhiajeng Ayu Utri Agustin Rabu 28 Agu 2024, 17:25 WIB
Sosialisasi bahaya cacar monyet atau mongkeypox di Puskesmas Banjaran Kota, Jalan Pajagalan, Kota Bandung

AYOJAKARTA.COM -- Saat ini Indonesia masuk dalam status siaga dalam menghadapi penyebaran virus Monkeypox atau yang bisa disebut dengan cacar monyet.

Sudah ada 88 kasus mpox yang terdeteksi di Indonesia dan sudah tersebar berbagai daerah seperti Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Kepulauan Riau Dan juga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Dalam upaya pencegahan penularan virus cacar monyet ini, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menyediakan vaksin mpox.

Namun sayangnya, vaksin cacar mpox ini masih sangat terbatas dan hanya akan diberikan pada kelompok prioritas penerima vaksin.

Tujuan diberikannya vaksin kepada kelompok prioritas penerima vaksin ini yaitu untuk meminimalkan gejala dan keparahan akibat virus mpox ini.

Baca Juga: Inilah 8 Tanda Orang Belum Dewasa secara Psikologis, Urutan Kelima Paling Mudah Dijadikan Acuan!

Lantas, siapa saja sih kelompok prioritas atau sasaran utama yang wajib untuk menerima vaksin?

Dikutip dari akun Instagram @kemenkes_ri, berikut ini 4 kelompok prioritas atau sasaran utama yang wajib vaksin cacar monyet.

1. LSL

Lelaki berhubungan seksual dengan laki-laki

2. GBMSM

Gay, Biseksual dan pria yang berhubungan seks dengan pria lainnya

3. Individu yang kontak

Kelompok prioritas dimana seorang individu telah melakukan kontak dengan penderita mpox dalam 2 minggu terakhir.

4. Petugas laboratorium

Pemeriksa spesimen Mpox dan Petugas Kesehatan yang menangani pasien
Mpox.

Sifatnya yang masih terbatas, maka daerah yang melaporkan adanya kasus cacar monyet ini akan diprioritaskan terlebih dahulu.

Sementara itu, anak-anak masuk dalam kategori tidak masuk sasaran vaksinasi Mpox ini.

Dan pemberian vaksin yang dilakukan secara massal juga saat ini tidak direkomendasikan karena bisa meningkatkan penularan dari manusia ke manusia.

Perlu diketahui bahwa perilaku beresiko seperti gonta ganti pasangan atau seks sesama jenis akan sangat beresiko tertular virus Mpox.

Baca Juga: Ada Menteri Sekretaris Kabinet yang Maju di Pilgub Jakarta 2024, Sudah Dapat Izin dari Jokowi?

Sebagian besar temuan kasus Mpox di Indonesia merupakan varian Clade IIB dengan fatalitas lebih rendah dan ditularkan sebagian besar dari kontak seksual.

Maka dari itu, masyarakat terus dihimbau untuk melakukan pencegahan terbaik dengan menghindari kontak fisik dengan orang yang memiliki ruam nanah (penderita Mpox), menghindari kotak seksual dengan kelompok beresiko dan rutin mencuci tangan menggunakan sabun.

Reporter Dhiajeng Ayu Utri Agustin
Editor Aris Abdulsalam