Nasional

Mengenal Gempa Megathrust yang Disebut BMKG 'Tinggal Menunggu Waktu'

Oleh: Atiek Widyastuti Hadi Rabu 28 Agu 2024, 16:48 WIB
Potensi ancaman gempa megathrust diperingatkan oleh BMKG

AYOJAKARTA.COM - Gempa megathrust dalam beberapa hari terakhir masih menjadi topik hangat untuk dibahas.

Apalagi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga sempat mengeluarkan statement mengenai gempa Megathrust yang 'tinggal menunggu waktu'.

Sebagian besar masyarakat memahami kalau gempa Megathrust sebagai sesuatu yang baru dan akan segera terjadi.

Baca Juga: Waspada Ancaman Gempa Megathrust! Segini Potensi Ketinggian Tsunami di Kabupaten atau Kota Besar

Dalam waktu dekat dengan kekuatan besar dan berdampak pada kerusuhan, termasuk tsunami.

Pemahaman itu ternyata kurang tepat. Lalu apa sebenarnya gempa megathrust itu?

Simak penjelasan yang Ayojakarta kutip dari Instagram @dongenggeologi, Rabu 28 Agustus 2024.

Pada dasarnya Zona megathrust hanya sekedar istilah untuk menyebutkan sumber gempa tumbukan lempeng di kedalaman dangkal.

Baca Juga: Waspada! Ada 13 Zona Megathrust di Indonesia dan Sekitarnya yang Berpeluang Gempa Besar, Mana Saja?

Dalam hal ini, lempeng samudera yang menunjam ke bawah lempeng benua membentuk medan tegangan atau stress pada bidang kontrak antar lempeng.

Lempengan tersebut selanjutnya dapat bergeser secara tiba-tiba memicu gempa.

Jika terjadi gempa, maka bagian lempeng benua yang berada di atas lempeng samudera bergerak terdorong naik.

Hal itu yang membuat masyarakat tidak perlu takut, karena memang Indonesia dikelilingi lempeng bumi yang selalu dinamis bergerak.

Baca Juga: Gempa Megathrust Tinggal Menunggu Waktu, Ini Zona Wilayah Paling Rawan Berdampak Megathrust di Lampung

Zona selatan Jawa jadi wilayah yang paling sering dilanda gempa dan tsunami.

Artinya, masyarakat yang tinggal dan hidup di batas lempeng tektonik harus terus siaga jika ada gempa.

Mitigasi bencana yang tepat harus terus dimiliki karena sudah tinggal daerah rawan bencana.***

Reporter Atiek Widyastuti Hadi
Editor Kartika Endah Prihatin