AYOJAKARTA.COM – Menyikapi potensi ancaman bidang kesehatan yang terjadi di sejumlah benua, Presiden Joko Widodo menjadikan virus Mpok sebagai salah satu bahasan rapat.
Dalam rapat terbatas yang digelar di Istana Negara, Jakarta; Presiden mengingatkan seluruh jajarannya untuk lebih mewaspadai dampak penyebaran virus Mpox.
Sebagai Organisasi Kesehatan Dunia, pada 14 Agustus 2024 lalu WHO telah menetapkan virus Mpox sebagai salah satu ancaman yang bersifat global.
Virus Monkeypox atau Mpox yang secara harfiah berarti Cacar Monyet telah melahirkan sejumlah kecemasan dan kekhawatiran di sejumlah benua.
Meski pada awalnya hanya menjangkit pada hewan Primata seperti Monyet dan pengerat seperti Tupai dan Tikus, WHO juga menemukan adanya penularan antar manusia.
Sejalan dengan perkembangan peradaban, virus Mpox kembali menjadi sorotan setelah kasus pada manusia terkonfirmasi makin sering ditemukan.
Selain telah terjadi di Afrika dan Amerika serta sejumlah negara di Eropa, penyebaran virus Mpox juga menghantui sejumlah negara di kawasan Asia.
Sejak tahun 2022 silam, di Indonesia Kementerian Kesehatan tercatat sudah menemukan sejumlah kasus pada manusia yang terkonfirmasi virus Mpox.
Mengacu pada data Kemenkes, pada tahun 2022 tercatat sebanyak 1 kasus, 73 kasus di tahun 2023 serta sebanyak 14 kasus terkonfirmasi virus Mpox di tahun 2024.
Kepada sejumlah Menteri di kabinetnya, Presiden Joko Widodo mengingatkan pentingnya peningkatan pencegahan penyebaran virus Mpox pada awal September mendatang.
Sebagaimana telah menjadi agenda internasional, pada tanggal 1 hingga 3 September 2024 Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Forum Indonesia-Afrika di Bali.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca 5 September 2024, Ada Misa Akbar Bersama Paus Fransiskus di GBK
Sehubungan dengan penyebaran virus Mpox yang saat ini tengah menjadi sorotan di masyarakat, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan himbauan.
Kepada masyarakat, Menkes mengingatkan agar masyarakat tidak terlalu kuatir secara berlebihan dalam menghadapi potensi mewabahnya virus Mpox.
Selain karena penyebaran jenis virus yang terjadi di beberapa benua dan di Indonesia memiliki varian berbeda, tingkat kematian juga menjadi pertimbangan.
Jenis virus Mpox yang banyak terjadi di beberapa negara dunia, menurut Menkes merupakan dampak dari varian virus 1B dengan fatalitas kematian relatif besar.
Sedangkan jenis virus Mpox yang terkonfirmasi cukup banyak terjadi di Indonesia berasal dari varian 2B, sehingga memiliki tingkat kematian relatif lebih kecil.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Ungkap Karakter Seseorang melalui Cara Duduknya, Kamu Orang yang Seperti Apa?
Adapun potensi kematian akibat terinfeksi virus Mpox varian 1B, menurut Menkes sebesar 10 persen dan 0,01 persen pada varian 2B.
Selain kedua alasan tersebut, Menkes juga memastikan Indonesia sudah memiliki obat sebagai penanggulangan dan pencegahan.