Nasional

5 Fakta Ancaman Bom di Pesawat Jemaah Haji Rute Jeddah–Jakarta: Mendarat Darurat di Kualanamu

Oleh: Muhammad Nandava Prapdhianto Rabu 18 Jun 2025, 11:25 WIB
Ilustrasi Pesawat

AYOJAKARTA.COM - Sebuah insiden mengejutkan menimpa pesawat jemaah haji asal Indonesia yang sedang dalam perjalanan pulang dari Tanah Suci.

Ancaman adanya bom memaksa pesawat Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SV5276 yang melayani rute Jeddah–Jakarta.

Alhasil, pesawat memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Selasa (17/6/2025).

Baca Juga: Ingin Masuk SMA atau SMK Favorit? Ini Panduan SPMB 2025 Tahap 2 Jalur Prestasi

Pesawat tersebut membawa sebanyak 442 jemaah haji asal Depok. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran sekaligus memicu investigasi cepat dari berbagai pihak. Berikut adalah fakta-fakta penting yang berhasil dihimpun terkait insiden tersebut:

1. Ancaman Bom Diterima Melalui Email Anonim

Awal mula kabar ancaman bom ini muncul saat PT Angkasa Pura menerima sebuah email mencurigakan. Pesan elektronik tersebut masuk pada pukul 07.30 WIB dan berisi ancaman akan meledakkan pesawat Saudia Airlines yang tengah mengudara menuju Jakarta.

Email tersebut dikirim oleh pihak yang tidak diketahui identitasnya atau anonim, dan langsung memicu respons cepat dari otoritas penerbangan.

Baca Juga: Calon HP Idaman 2025! Intip Spesifikasi Gahar Vivo T4 Ultra, Pakai Chipset Dimensity 9300 Plus dan Fast Charging 90 W

2. Isi Teror Ditujukan untuk Pendaratan di Jakarta

Menurut Kantor Otoritas Bandara Wilayah II Medan, dalam isi pesan disebutkan bahwa bom akan diledakkan saat pesawat mendarat di Jakarta. Ancaman ini ditulis dalam bahasa Inggris dan diteruskan ke Kementerian Perhubungan untuk ditindaklanjuti.

Pesawat yang saat itu telah memasuki wilayah udara Indonesia, tetap dikawal sesuai prosedur hingga akhirnya diarahkan mendarat darurat demi keamanan seluruh penumpang.

3. Jejak Pengirim Diduga Berasal dari India

Hasil penelusuran awal mengindikasikan bahwa pengirim pesan teror diduga berasal dari India. Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah II Medan, Asri Santosa, yang menyatakan bahwa email tersebut diterima langsung oleh Kementerian Perhubungan dan sedang dalam proses investigasi lebih lanjut.

4. Tim Jibom Pastikan Pesawat Aman dari Bom

Setelah mendarat di Bandara Kualanamu, tim penjinak bom (Jibom) dari Brimob Polda Sumatera Utara segera dikerahkan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pesawat.

Hasilnya, tidak ditemukan benda mencurigakan ataupun bahan peledak di dalam pesawat. Pesawat dinyatakan steril dan aman dari potensi ancaman.

5. Penerbangan ke Jakarta Dilanjutkan Rabu Pagi

Setelah kondisi dipastikan aman, seluruh jemaah haji yang sempat tertahan akhirnya dijadwalkan melanjutkan penerbangan ke Jakarta pada Rabu pagi.

Pihak maskapai dan otoritas bandara memastikan seluruh penumpang dalam kondisi baik dan tetap berada di bawah pengawasan.***

Baca Juga: Jadwal Pencairan BSU 2025 Belum Diumumkan Pemerintah, Ternyata Ini Penyebabnya

Reporter Muhammad Nandava Prapdhianto
Editor Katarina Erlita