Nasional

Menanti Gebrakan Presiden Prabowo Subianto, Sastrawan Sosiolog ini Ungkap Empat Alasan Indonesia Belum Juga Sejahtera!

Oleh: Karseno AJ Selasa 17 Jun 2025, 06:34 WIB
Ilustrasi Kemiskinan

AYOJAKARTA.COM – Selain situasi geopolitik yang memanas, problematika klasik yang saat ini tengah dihadapi oleh Presiden Prabowo Subianto juga datang dari dalam negeri.

Karena itu meski menjadi negara dengan keberlimpahan sumber daya, Presiden Prabowo Subianto masih belum sepenuhnya berhasil mendongkrak kesejahteraan rakyat.

Tingginya pengangguran, korupsi, dan berbagai corak eksploitasi kekayaan sumber daya alam, merupakan sederet permasalahan yang harus ditangani Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Kenapa BSU Periode Juni-Juli 2025 Belum Cair? Ketahui Penjelasan Terkait Mekanisme Penyaluran Bantuan Ini

Pernyataan terkait kondisi riil bangsa Indonesia saat ini, merupakan pandangan Sosiolog sekaligus Sastrawan kenamaan Okky Madasari.

Disampaikan saat menjadi narasumber di sebuah siniar, Okky melihat pergerakan bangsa Indonesia pasca runtuhnya Presiden Soeharto cenderung memiliki pola yang sama.

Selain kecenderungan untuk menciptakan kultur politik yang berakar pada Xenophobia, politik Indonesia juga memiliki tendensi untuk terus melanggengkan hegemoni.

Okky menilai, akar persoalan kebangsaan yang membuat kesejahteraan Indonesia belum sepenuhnya terwujud, tidak lepas dari empat lapisan variabel penting.

Baca Juga: Segera Debut September 2025, Inilah 10 Bocoran Menarik dari iPhone 17 Air, Punya Fitur Apa?

Adapun lapisan permasalahan pertama yang hingga hari ini membuat Garuda kesulitan mengangkasa atau Indonesia tidak mudah bangkit adalah warisan pemerintah sebelumnya.

Disadari atau tidak, berbagai persoalan kebangsaan yang mencuat di Indonesia tidak bisa sepenuhnya lepas dari bayang-bayang kekuasaan pemerintahan di masa lalu.

Dalam sistem pemerintahan yang dipimpin Presiden Prabowo, figur dan aura kekuasaan Jokowi menurut Okky masih sering tampak di permukaan.

Lapisan kedua yang turut berkontribusi dalam memperlambat perkembangan dan kemajuan bangsa Indonesia hari ini adalah independensi Presiden Prabowo.

Baca Juga: Lolos Verifikasi BSU Kemnaker 2025? Ini Langkah Selanjutnya yang Harus Dilakukan Penerima Manfaat

Adanya warisan kekuasaan dari pemerintahan Presiden Jokowi karena masih memiliki pengaruh, merupakan fakta politik yang sukar ditampik.

Keterlibatan sejumlah menteri yang sempat menjabat di era Presiden Jokowi dan kembali mengisi kabinet Presiden Prabowo, merupakan salah satu indikasi paling sering diabaikan.

Lapisan ketiga yang membuat bangsa Indonesia hingga hari ini masih belum sepenuhnya mentas dari kondisi kemiskinan adalah Populisme ekstraktif.

Dalam proses penetapan suatu kebijakan, Okky menilai para Pembuat Keputusan masih belum mengalami peningkatan kreativitas.

Baca Juga: Resmi! Bocoran Harga dan Jadwal Peluncuran iPhone 17 Air di Indonesia, Berminat?

Sehingga permasalahan-permasalahan kebangsaan yang terjadi dan sering dialami langsung oleh rakyat Indonesia, cenderung disikapi secara populis.

Lapisan keempat yang menjadi akar persoalan di Indonesia, menurut Okky adalah adanya upaya membangun Nasionalisme secara sempit.

Saat menghadapi suatu permasalahan, kecenderungan yang umumnya dilakukan oleh para pembuat kebijakan adalah dengan menciptakan ilusi akan adanya musuh bersama.

Sehingga persoalan yang dialami bangsa Indonesia akan cenderung menjadi lebih larut dan memakan waktu lebih lama dari sepantasnya.

Polemik hasil tambang di Raja Ampat, Aceh dan sejumlah wilayah lain di Indonesia, menurut Okky sangat membutuhkan ketegasan Presiden Prabowo. ***

Reporter Karseno AJ
Editor Katarina Erlita