Nasional

Bukti Chat Vina Cirebon Bikin Gugur Kesaksian di BAP? Susno Duadji: Ada yang Bodong Dijadikan Bukti

Oleh: Linda Wati Minggu 18 Agu 2024, 17:37 WIB
Susno Duadji meyakini kalau Vina meninggal karena kecelakaan ditambah lagi karena sejumlah keterangan para saksi.

AYOJAKARTA.COM — Kasus Vina Cirebon masih terus bergulir untuk mencari titik terang.

Baru-baru ini bukti baru terkait kasus kematian Vina Cirebon terungkap yakni bukti chat Vina dengan temannya, Widi dan Mega.

Bukti chat Vina Cirebon yang berasal dari HP Vina yang telah diekstrasi disebut dapat menggugurkan kesaksian BAP yang menyebut kalau Vina meninggal karena dianiaya dan diperkosa.

Dalam bukti chat tersebut, menjelaskan kalau Vina masih hidup sekitar pukul 22.14 WIB dan saat itu menghubungi temannya, Widi dan Mega.

Eks Kabareskrim Polri, Susno Duadji pun meyakini kalau Vina meninggal karena kecelakaan ditambah lagi karena sejumlah keterangan para saksi.

Baca Juga: Keterangan Teman Vina dan BAP Berbeda, Pengacara Iptu Rudiana: Masa Vina Mengirim Pesan ke Dirinya Sendiri?

Di antaranya seperti Widi yang mengaku kalau Vina meminjam bajunya saat pergi bersama Eky di malam kejadian.

Hingga helm yang diapakai Eky disebut bukan helm miliknya melainkan helm milik temannya.

“Ditambah Iagi dengan saksi yang baru ketemu, dan mengatakan kalau helm-nya Eky itu helm saya dan sepatunya, sepatu saya dan helm itu hancur bagian depannya,” kata Susno Duadji dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Minggu, 18 Agustus 2024.

Menurutnya, kasus ini sudah jelas dengan adanya alat bukti scientific terkait percakapan di HP Vina namun tidak dijadikan bukti.

Susno menyebut kalau pada 2016 menggunakan bukti bodong, contohnya soal percakapan antara Andi orang yang jadi DPO kepada Sudirman.

Baca Juga: TERKUAK FAKTA BARU! Bukti Penting Ini Rupanya Tak Disertakan Penyidik Dalam Sidang Kasus Vina Cirebon

Namun, hingga kini hal tersebut belum dapat dibuktikan.

“Sudah jeIas alat bukti yang diminta oleh Kapolri berupa alat bukti scientific yaitu rekaman komunikasi HP dan udah ketemu, tetapi tidak dijadikan bukti. Ada yang bodong dijadikan bukti,” jelasnya.

“Ada pembicaraan dari DPO, Andi kepada Sudirman yang disebarkan kepada Saka Tatal, isinya berencana untuk mencelakakan Eky, kira-kira begitukan itu disebutkan ada pembicaraan SMS di dalam BAP,” jelasnya.

“Sehingga itulah yang dijadikan unsur berencana, tetapi setelah dicari SMS-nya ke nomor berapa dari nomor berapa enggak ada, berarti ini SMS  palsu yang dibuat oleh siapa,” imbuhnya.***

Reporter Linda Wati
Editor Tedi Rukmana