Nasional

Menjadi Penyebab Terjadinya Perubahan Suhu Dingin di Malam hingga Pagi Dini Hari, Ini Akar Kata dan Makna Bediding

Oleh: Karseno AJ Rabu 17 Jul 2024, 17:58 WIB
Fenomena Bediding, menurut Ida akan mengalami puncak pada musim kemarau atau rentang antara bulan Juli hingga September.

AYOJAKARTA.COM – Meski saat ini Indonesia telah memasuki musim kemarau, namun suhu dingin pada malam hingga pagi hari terjadi di sejumlah wilayah.

Sempat menjadi pertanyaan bagi banyak kalangan, fenomena suhu dingin yang tidak biasa di sejumlah wilayah diakibatkan karena Bediding.

Akibat fenomena Bediding, temperatur udara akan mengalami penurunan sehingga menjadi lebih dingin pada malam hingga pagi dini hari.

Terkait dengan adanya fenomena tersebut, Ida Pramuwardani Ketua Tim Kerja Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG menyebut Bediding merupakan hal umum di Indonesia.

Fenomena Bediding, menurut Ida akan mengalami puncak pada musim kemarau atau rentang antara bulan Juli hingga September.

Meski demikian, fenomena Bediding yang terjadi di sejumlah wilayah juga berpotensi mencapai titik beku.

Adanya penurunan suhu secara ekstrim tersebut, diakibat oleh adanya perubahan kondisi udara yang berlangsung di lapisan atmosfer.

Baca Juga: Tembus Rp120 Juta! TOP 5 Lulusan Fakultas Universitas Indonesia dengan Gaji Tertinggi, Ternyata Bukan Kedokteran

Karena berlangsung di atmosfer, fenomena Bediding disebabkan karena sejumlah faktor seperti udara kering, langit cerah, ketiadaan angin serta topografi.

Minimnya curah hujan di sejumlah wilayah, mengakibatkan terjadinya kemarau yang membuat udara menjadi lebih kering.

Kondisi udara kering dengan kapasitas panas yang lebih rendah, menjadi penyebab hilangnya suhu panas pada malam hari.

Sedangkan kondisi langit yang cerah saat musim kemarau, umumnya dapat terlihat dari minimnya jumlah awan.

Baca Juga: Alasan Gibran Ogah Tinggal di Rumah Dinas Wapres di IKN Terungkap: Merasa Tak Nyaman?

Kuantitas awan yang tidak banyak terlihat saat kemarau, menyebabkan terjadinya radiasi panas di bagian permukaan bumi.

Kondisi suhu yang dipancarkan kembali dari permukaan bumi tanpa banyak rintangan atau awan, mengakibatkan penurunan suhu secara signifikan.

Penyebab Bediding selanjutnya adalah topografi, pegunungan memiliki suhu serta tekanan udara yang lebih rendah dibandingkan wilayah lain.

Saat terjadi fenomena Bediding, wilayah pegunungan akan cenderung menjadi semakin lebih dingin bahkan bisa mencapai titik beku.

Penyebab selanjutnya adalah ketiadaan angin, pusaran angin yang relatif sedikit akan berdampak sedikitnya pencampuran udara.

Akibat dari minimnya pencampuran udara, hal tersebut berdampak pada udara dingin yang terperangkap di dekat permukaan bumi.

Wilayah Indonesia yang mengalami Bediding, pada pagi hari akan cenderung lebih dingin dan berubah panas di siang hari.

Baca Juga: Maaf! KPM PKH Murni dan BPNT Anak Sekolah Kategori Ini Dipastikan Tidak Terima Pencairan Periode Juli-Agustus

Selain di Pulau Jawa, sejumlah wilayah di Indonesia yang ikut terdampak fenomena Bediding antara lain Bali, Nusa Tenggara Barat, serta Nusa Tenggara Timur.

Bediding sendiri merupakan resapan dari akar kata Bahasa Jawa Bedhidhing yang artinya suhu mencolok atau ekstrim.

Reporter Karseno AJ
Editor Aris Abdulsalam