AYOJAKARTA.COM – Di tengah ramainya pemberitaan dan upaya penegakan hukum terkait kasus Vina Cirebon, nama Afif Maulana terus menjadi sorotan warganet.
Afif Maulana yang merupakan remaja berusia 13 tahun asal Padang, Sumatera Barat ditemukan meninggal dunia pada 9 Juni 2024 lalu di bawah Jembatan Kuranji.
Sejumlah kabar terkait penyebab kematian Afif menjadi sorotan usai keluarga menemukan adanya sejumlah kejanggalan.
Selain diduga tenggelam karena berusaha menghindari razia tawuran, Afif juga dikabarkan sempat mengalami sejumlah penganiayaan sebelum mengalami kematian.
Lantaran perilaku baik yang selalu ditunjukkan oleh anaknya, pasangan Afrinaldi (36) serta Anggun (32) tidak mempercayai keterlibatan Afif dalam aksi tawuran.
Baca Juga: Kabar Duka! Abi Eks Napi yang Ungkap Curhatan 8 Terpidana Kasus Vina Cirebon dan Eki Meninggal Dunia
Salah satu alasan keluarga kemudian menggandeng LBH adalah temuan sejumlah luka lebam di tubuh Afif yang dinilai tidak masuk akal.
Disamping itu, pada bagian tulang rusuk Afif juga ditengarai mengalami patah sehingga membuat luka di bagian paru-paru sepanjang 11 centimeter.
Afif yang juga tercatat sebagai siswa di SMP Muhammadiyah 5 Padang dikenal sebagai anak baik serta banyak berbuat hal positif di lingkungan sekolah serta rumah.
Berbeda dengan hari biasanya, pada 9 Juni 2024 Afif sempat berpamitan keluar rumah pada pukul 03 dini hari ke orang tuanya untuk Nobar sebelum ditemukan tak bernyawa.
Dari hasil patroli di lapangan, Tim Samapta kota Padang berhasil meringkus sebanyak 18 orang remaja yang dicurigai akan melakukan aksi tawuran.
Dugaan terjadinya rencana aksi tawuran yang batal dilakukan juga diperkuat dengan temuan sejumlah senjata tajam di sekitar lokasi penangkapan.
Terkait dengan keterlibatan Afif dalam aksi tawuran, Wakapolres Kota Padang AKBP Rully Indra Wijayanto menyebut tidak ada nama Afif dalam daftar terduga pelaku tawuran.
Menurut keterangan Adit yang merupakan rekan Afif, diketahui Afif sempat mengajaknya untuk menghindari polisi dengan melompat ke bawah Jembatan Kuranji namun ditolak.
Sebelum akhirnya tidak sadarkan diri usai terjatuh dari sepeda motor, Adit yang malam itu membonceng Adit mengaku sempat ditendang oleh oknum polisi.
Dalam keadaan tergeletak di jalan raya, Adit juga mengaku sempat melihat sekumpulan oknum yang mengepung Afif dengan tangan memegang rotan.
Dari hasil penelusuran LBH kota Padang, Tim LBH mendapati saksi yang melihat sosok Afif ikut dibawa ke Polsek Kuranji.
Berbekal keterangan tersebut, keluarga dan LBH meyakini Afif sempat mengalami penganiayaan sebelum akhirnya ditemukan warga tewas di sungai pada 10 Juni 2024.***