AYOJAKARTA.COM — Mundurya Kepala dan Wakil Kepala Otorita IKN, Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe, menimbulkan banyak spekulasi mengenai alasan di balik keputusan tersebut.
Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti, mengemukakan pandangannya bahwa pengunduran diri ini mungkin disebabkan oleh penunjukan Ridwan Kamil sebagai kurator pembangunan proyek fisik IKN oleh Presiden Joko Widodo pada 12 Desember 2023 lalu.
Ray Rangkuti menyebut kemungkinan adanya "ketersinggungan" di antara para pejabat yang mundur.
"Kinerja dua orang ini sebetulnya sangat bagus, targetnya sudah mencapai 80%, sisa 20% lagi. Nah umumnya kalau target kinerja orang begitu bagus lalu mengundurkan diri, artinya bukan karena kinerja yang bersangkutan," ujar Ray, dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, Selasa, 4 Juni 2024.
Baca Juga: Soal Kabar Kaesang Pangarep Maju ke Pilgub DKI, Ridwan Kamil: Selalu Ada Plotwist
"Biasanya juga kalau sudah kinerja bagus, pimpinan itu akan enggan untuk meloloskan atau mengabulkan permintaan mundur dari pejabat yang bekerja secara bagus dan benar," lanjutnya
Ray Rangkuti melihat penunjukan Ridwan Kamil sebagai kurator ini menjadi tumpang tindih.
"Ridwan Kamil dipilih oleh presiden sebagai kurator. Saya melihatnya ada semacam kerja yang tumpang tindih," ungkap Ray.
"Menurut saya, jadi kurator ini kan sebetulnya adalah orang yang memberi semacam perizinan untuk melanjutkan satu program atau visi terkait pembangunan di IKN," tambah dia.
Lebih lanjut, Ray menjelaskan bahwa kemungkinan besar ada perasaan tidak diapresiasi di antara Bambang dan Dhony.
"Mungkin ada semacam ketersinggungan dari dua pejabat yang merasa tingkat sukses mereka tidak diapresiasi. Kalau kinerja mereka bagus sampai 80%, untuk apa lagi kurator-kurator itu?" tanyanya.
Baca Juga: Soal Maju Pilgub DKI atau Jabar, Ridwan Kamil Masih Pertimbangkan: Tunggu Juli
Penunjukan Ridwan Kamil sebagai kurator bertujuan untuk memastikan pembangunan di IKN tidak dilakukan secara asal-asalan.
Menurut Ray, Ridwan Kamil sendiri mengatakan bahwa salah satu alasan mengapa ia dipilih oleh Presiden adalah untuk menghindari pembangunan di IKN yang "ecek-ecek". Menurut Ray mungkin ada ketidakpercayaan atau anggapan bahwa pekerjaan sebelumnya kurang profesional.
Mundurnya Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe, yang dilantik sebagai Kepala dan Wakil Kepala Otorita IKN pada 10 Maret 2022, telah mengejutkan banyak pihak.
Pada saat penunjukannya, Bambang merupakan Vice President of Knowledge Management and Sustainable Development di ASEAN Development Bank, sementara Dhony adalah Managing Director President Office dari Sinar Mas Land.
Untuk sementara, Otorita IKN akan dipimpin oleh Pelaksana tugas (Plt.), yaitu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Mulyono dan Wakil Kepala BPN Raja Juli Antoni.
Basuki menjamin bahwa pergantian pengurus ini tidak akan mempengaruhi investasi di IKN.