AYOJAKARTA.COM – Alih-alih memberikan klarifikasi terkait peryataannya di Musrenbang Cirebon pada 17 Mei 2025, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyindir keras DPRD Fraksi PDIP atas aksi walk out mereka.
Dalam video yang diunggah di Instagram pribadinya, beliau menyampaikan bahwa Musrenbang adalah forum yang sakral dan secara tidak langsung menyinggung anggota DPRD dari PDIP.
Menurutnya, DPRD Jabar dari PDIP itu jarang hadir meskipun telah diundang dan menyebut sikap DPRD tersebut sebagai bentuk ketidakhormatan dan inkonsistensi.
Baca Juga: Drakor Crushology 101 Dinilai Gagal Total, Episode Terakhir Dapat Rating Nol Persen!
"Ingin dilibatkan, tapi diundang tidak mau hadir dan tidak pernah mau terlibat." ujarnya Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat sebagaimana dikutip oleh AYOJAKARTA.COM dari Instagram pribadinya @dedimulyadi71 pada Minggu 18 Mei 2025.
DPRD ingin dihargai dan dilibatkan, tetapi pada kenyataannya tidak mau berpartisipasi aktif dalam musrenbang dan pembahasan program pemerintah.
Gubernur yang saat ini berusia 58 tahun tersebut juga mengkritik DPRD yang sering menghambat program pro-rakyat dengan dalih pelanggaran konstitusi. Salah satu sikap DPRD yang disorotinya yakni sering bertentangan dengan upaya eksekutif dalam Pembangunan.
“Ngaku pro rakyat tapi giliran anggaran dibuat untuk kepentingan rakyat tak terima dengan alasan menentang konstitusi,” singgungnya.
Pemimpin Jawa Barat tersebut pun menyinggung aksi penolakan DPRD PDIP terkait anggaran yang dibuat untuk kepentingan rakyat. Di akhir videonya, Dedi Mulyadi mengajak semua pihak untuk merenungkan kembali terkait masalah ini.
"Kalau begitu, kita ini sebenarnya bekerja buat siapa dan untuk siapa?" pungkasnya. Sindiran ini semakin memperpanas ketegangan antara eksekutif dan legislatif di Jawa Barat setelah Fraksi PDIP walk out sebagai respons atas pernyataan Dedi yang dianggap merendahkan DPRD. ***