Nasional

Hasil Quick Count Menangkan Prabowo, Rocky Gerung Harap Partai Pengusung Anies dan Ganjar Jadi Oposisi

Oleh: Sahdan Maulana Kamis 15 Feb 2024, 13:57 WIB
Pengamat politik kondang, Rocky Gerung, berharap partai-partai pengusung yang kalah dari paslon Prabowo dan Gibran bisa menjadi oposisi.

AYOJAKARTA.COM -- Hasil quick count dari beberapa lembaga survei menunjukkan paslon nomer urut 02, Prabwo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menang satu putaran.

Banyak yang beranggapan bahwa hasil quick count tidak akan berbeda jauh dengan hasil di KPU nanti.

Karena sudah terlihat siapa yang akan menang, pengamat politik kondang, Rocky Gerung, berharap partai-partai pengusung yang kalah bisa menjadi oposisi.

Sebelumnya, Rocky Gerung mendukung penuh Prabowo Subianto menjadi Presiden RI yang terbaru setelah melihat hasil quick count.

Menanggapi hal tersebut, Rocky Gerung mengungkapkan bahwa Prabowo harus bisa mengantisipasi pembelahan.

"Prabowo harus mengantisipasi pembelahan yang mungkin terjadi setelah dukungan ini," kata Rocky dikutip dari YouTube Rocky Gerung Official, Kamis 15 Februari 2024.

Pembelahan yang dimaksud adalah pemisahan antara partai Nasdem dengan Anies Baswedan.

Baca Juga: Tes IQ: Asah Kemampuan Otak agar Tidak Pikun! Cari 5 Perbedaan pada Gambar Pasangan Ini

Dimana jika partai Nasdem bahkan PKB terbujuk ikut ke pemerintahan Prabowo, maka posisi Anies akan menjadi intelektual dan pengamat.

Hal ini lah yang Rocky Gerung tunggu-tunggu jawabannya. Apakah Nasdem dan PKB akan terbujuk atau tidak.

"Apakah PKB dan Nasdem akan terbujuk atau tetap pada posisi intelektual dan pengamat? Ini menjadi pertanyaan krusial," ucap Rocky.

Menurutnya, perlu ada kejelasan dari Anies dan Ganjar untuk menjadi seorang intelektual atau pengamat.

Baca Juga: Siap-Siap! BLT Mitigasi Risiko Pangan Akan Cair Dirapel 3 Bulan Sekaligus Setelah Pemilu, Cek Nama Kamu di Link Ini

Dimana Anies dan Ganjar bisa menjadi opisisi moral untuk menjaga prinsip demokrasi dan check and balance.

"Perlu ada kejelasan dari Anies dan Ganjar, bahwa meski hasil KPU menentukan kemenangan, mereka akan tetap berperan sebagai oposisi moral. Ini penting untuk menjaga prinsip demokrasi dan check and balance," jelas Rocky.

Rocky mengatakan, jika tidak ada oposisi yang berintergritas, makan demokrasi bisa terancam.

Oleh karena itu, Rocky berharap partai-parti seperti PKS, PDIP, dan partai-partai pengusung yang kalah bisa menjadi oposisi yang kritis dan jujur.

"Tanpa oposisi yang berintegritas, demokrasi bisa terancam. PKS, PDIP, dan partai lainnya harus bersatu dalam menegaskan peran mereka sebagai oposisi yang kritis dan jujur," tandasnya.

Reporter Sahdan Maulana
Editor Aris Abdulsalam