Nasional

Heboh! Fahri Hamzah Sebut Anies-Cak Imin Akan Jadi Tersangka Usai Pilpres, Begini Respons Anies Baswedan

Oleh: Linda Wati Rabu 31 Jan 2024, 10:46 WIB
Capres No Urut 1, Anies Baswedan

AYOJAKARTA.COM - Baru-baru ini viral video politisi partai Gelora Fahri Hamzah yang menyebut jika Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin akan jadi tersangka usai Pilpres 2024.

Pernyataan Fahri Hamzah soal Anies Baswedan dan Cak Imin akan jadi tersangka ini muncul dalam diskusinya dengan sejumlah aktivis di Bima Nusa Tenggara Barat.

Video soal pernyataan Fahri Hamzah yang menyatakan Anies Baswedan dan Cak Imin bakal jadi tersangka itu diunggah oleh salah satu pengguna TikTok yakni akun @ompunet.

Baca Juga: Hadir di Perayaan Imlek Bareng Komunitas Masyarakat Tionghoa, Anies Baswedan Bahas Soal Isu Polarisasi

Awalnya ia ditanya oleh seseorang yang ada dalam diskusi itu terkait kegagalan food estate yang di bawah kepemimpinan Capres 02, Prabowo Subianto.

Fahri kemudian menjawab bahwa isu kegagalan program food estate itu hanya sekedar pemberitaan media saja.

“Itu koran, nggak ada fakta hukumnya, yang tersangka setelah pilpres ini namanya Anies Baswedan dan Muhaimin," ungkapnya.

Baca Juga: Ramai ITB Beri Opsi Bayar UKT Via Pinjol, Anies Baswedan: Indonesia Berbeda dengan Negara Seperti Amerika

Waketum Gelora itu pun yakin bahwa Prabowo tidak akan dipenjara meski programnya dianggap gagal.

"Orang ini (Prabowo) sudah beroposisi lebih 40 tahun dan enggak pernah masuk penjara," timpalnya lagi.

Respons Anies Baswedan terkait pernyataan Fahri Hamzah

Baca Juga: Beredar Video Fahri Hamzah Sebut Anies Baswedan dan Cak Imin Akan Jadi Tersangka Usai Pilpres 2024

Terkait pernyataan politisi Partai Gelora itu, capres nomor urut 01 itu pun enggan mengomentarinya.

“Nggak perlu ditanggapilah,” kata Anies Baswedan kepada awak media seraya menggelengkan kepala seperti yang dikutip dari laman suara.com.

Menurutnya, ada hal yang lebih penting untuk ditanggapi daripada pernyataan tersebut seperti harga yang mahal dan lapangan kerja yang tidak tersedia.

“Kita lebih penting menanggapi soal harga-harga yang mahal, lapangan kerja yang tidak tersedia, rakyat yang kekurangan tanah,” kata Anies.

Selain itu, ia juga menyinggung soal sosok yang memiliki banyak tanah sementara ada rakyat yang kekurangan tanah.

“Sementara ada yang punya tanah luar biasa besar, kita lagi butuh rakyat untuk dapat perlindungan, rakyat untuk dapat kemudahan hidup. Itu yang lebih penting dikomentari," jelas Anies.***

Reporter Linda Wati
Editor Desi Kris