Nasional

Putra Sulung Bung Karno Ikut Orasi di Kampanye Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Siap 'Ngitu-in' Jokowi Setelah Menang Pilpres

Oleh: Karseno AJ Rabu 31 Jan 2024, 11:09 WIB
Putra Sulung Bung Karno, Guntur Soekarnoputra

AYOJAKARTA.COM -  Mendekati pelaksanaan pilpres 2024, putra pertama Presiden Soekarno Guntur Soekarnoputra mengikuti kampanye Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Di hadapan para pendukung dan simpatisan, Guntur Soekarnoputra mengajak para pendukung untuk bersatu padu memenangkan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Menurut Guntur Soekarnoputra, kemenangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD akan membawa banyak kebaikan bagi bangsa Indonesia dan khususnya bagi PDIP.

Baca Juga: Muncul Gerakan Salam 4 Jari, Yenny Wahid Sebut Ada Kesamaan Antara Pendukung AMIN dan Ganjar-Mahfud

“Kalau itu sudah tercapai, kekuasaan dan hak prerogatif ada di Ganjar dan Mahfud, yang lain kita apa-apain itu gampang, termasuk Jokowi,” ungkap Guntur.

Terkait dengan pernyataan yang disampaikan Guntur dalam orasi politiknya, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana memberi tanggapan.

Menurut Ari, pernyataan yang disampaikan Ganjar terkait perbedaan pilihan dalam demokrasi perlu dijadikan sebagai acuan.

Baca Juga: Resep Sambal Tempe, Menu Makanan Favorit Capres 03 Ganjar Pranowo, Sederhana Tapi Bikin Nagih!

Sehingga, perbedaan politik tidak perlu dijadikan sebagai perusak hubungan baik sesama saudara sebangsa.

“Saya sependapat dengan apa yang disampaikan Mas Ganjar Pranowo, kit harus ingat bahwa kita sama-sama saudara sebangsa dan setanah air,” jelas Ari.

Sehubungan dengan hadirnya Guntur Soekarno dalam kampanye Ganjar-Mahfud, Pengamat Politik Triyono Lukmantoro memberi tanggapan.

Baca Juga: Salam 4 Jari Viral di Media Sosial X atau Twitter, Ini Tanggapan Chico Hakim Jubir TPN Ganjar-Mahfud

Menurut Pengamat asal Universitas Diponegoro tersebut, turunnya Guntur merupakan indikasi keseriusan trah Soekarno dalam mendukung Ganjar-Mahfud.

Triyono menambahkan, pernyataan Guntur perihal akan menentukan nasib Jokowi pasca pilpres jika Ganjar-Mahfud menang, perlu digaris-bawahi.

“Menurut saya ini adalah luapan atau ekspresi kemarahan dan bahkan kemurkaan, Jokowi sudah diangkat dan diajak menjadi pejabat publik,” jelas Triyono.

Puncak kekecewaan trah Soekarno, menurut Triyono bertumpu pada keputusan Jokowi yang justru berseberangan dengan PDIP.

Ungkapan kemarahan yang memuncak, menurut Triyono sangat berseberangan dengan pendapat Guntur tentang Jokowi sebelum kontestasi pilpres digelar.

Baca Juga: Dianggap Hina Jokowi Saat Kampanye Ganjar-Mahfud MD, Butet Kertaredjasa Dilaporkan ke Polisi

Sebagaimana diketahui publik, Guntur sempat menganggap Jokowi merupakan anak ideologis Soekarno yang pantas menjadi salah satu kandidat Ketua Umum PDIP.

“Saat itu Jokowi masih mendukung dan beriringan dengan PDIP, Guntur melihat Jokowi punya potensi yang besar,” imbuh Triyono.

Program hilirisasi yang dicetuskan Jokowi, menurut Tri merupakan salah satu program yang menjadi cita-cita Bung Karno.

Karenanya, tidak mengherankan apabila kemudian Guntur menyebut bahwa Jokowi merupakan anak ideologis Bung Karno.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Tanggapi Gerakan Salam 4 Jari: Tunggu Dulu...

“Gagasan Bung Karno soal berdikari, itu benar-benar bisa diwujudkan dan dipercayakan kepada Jokowi, tapi yang terjadi justru sebaliknya,” jelas Tri.

Absennya atensi Jokowi dalam perayaan hari jadi PDIP, menurut Triyono merupakan indikasi melebarnya hubungan antara Jokowi dengan PDIP serta Soekarno.

“PDIP yang sudah membesarkan Jokowi, dilewati begitu saja, jangan-jangan ekspresi satu keluarga seperti itu,” pungkasnya dikutip Ayojakarta, Rabu 31 Januari 2024 dari kanal YouTube Kompas TV.***

Reporter Karseno AJ
Editor Desi Kris