AYOJAKARTA.COM — Baru-baru ini tengah viral ajakan salam 4 jari menjelang pemilu 2024.
Ajakan salam empat jari bergema di berbagai media sosial terutama Twitter alias X. Ajakan tersebut salah satunya diviralkan oleh pengguna X @gitaputrid.
Usai ajakan salam 4 jari viral, dugaan paslon 01 dan 03 pun punya potensi berkoalisi juga ikut mencuat ke publik.
Namun, sebenarnya apa alasan adanya salam empat jari yang saat ini viral? Benarkah pertanda paslon 01 dan 03 berkoalisi?
Sedikitnya ada empat alasan narasi yang berisikan penolakan Prabowo-Gibran melalui pamflet salam 4 jari.
Pertama, disebutkan bahwa mereka yakin jika paslon nomor dua, Prabowo-Gibran tidak layak dipilih dan harus dihindari.
Kedua, ajakan ini sebagai bentuk sadar bahwa untuk mengalahkan Prabowo-Gibran diperlukan solidaritas rakyat yang lebih besar dari sekadar gabungan paslon nomor satu dan tiga.
Ketiga, mereka juga sadar semakin besarnya potensi untuk memaksakan kemenangan satu putaran bagi paslon nomor urut dua.
Keempat, mereka mengatakan banyaknya invisible hands yang tidak menghendaki terbentuknya koalisi paslon nomor urut satu dan tiga pada putaran kedua
Sementara itu, Chico Hakim Juru Bicara TPN Ganjar-Mahfud melihat gerakan itu dibuat oleh orang yang peduli dengan demokrasi.
Baca Juga: Majunya Gibran ke Pemilu 2024 Disebut Merusak Peradaban, Eros Djarot: Pilpres 1 Putaran akan Chaos
“Saya melihat background-nya adalah orang-orang yang peduli dengan demokrasi Indonesia,” kata Chico seperti yang dikutip dari YouTube tvOneNews.
Menurutnya, yang menyerukan aksi salam 4 jari adalah mereka yang anti terhadap pelanggaran HAM.
Sedangkan, Dedel Prayudi, Juru Bicara TKN Prabowo-Gibran mengaku bahwa pihaknya tidak terlalu memikirkan akan trend tersebut.
Ia mengatakan bahwa pihaknya lebih memilih untuk fokus terhadap diri sendiri dan bangsa Indonesia.
Juru Bicara TKN Prabowo-Gibran itu pun berpendapat bila akhirnya paslon 01 dan 03 berkoalisi maka artinya itu adalah wujud dari sikap ketidak percayaan diri untuk menang.
“Kalau pada akhirnya berkoalisi baik secara organik atau tidak ini adalah wujud dari sikap yang memang sudah nggak yakin menang aja si, dan kami nggak mau mikirin perasaan-perasaan, kami nggak mikirin orang yang baper-baper,” ujarnya.***