AYOJAKARTA.COM - Abraham Samad, mantan ketua KPK tahun 2011-2015, baru-baru ini mengundang sosiolog sekaligus pengarang yang bernama Okky Madasari.
Okky Madasari diundang Abraham Samad ke podcastnya di YouTube yang bernama ABRAHAM SAMAD Speak Up!
Dalam podcast tersebut, Abraham Samad dan Okky Madasari membahas tentang Gibran Rakabuming saat debat cawapres pada 21 Januari 2024 lalu.
Baca Juga: Gibran Beri Tanggapan soal Viral Salam 4 Jari: Warga Tambah Bingung Nanti
Okky Madasari mengungkapkan jika Gibran Rakabumig seakan tidak menghargai intelektualitas selama debat cawapres berlangsung.
Dikutip dari YouTube Abraham Samad SPEAK UP, Abraham Samad menyebutkan jika debat cawapres kedua tersebut telah terjadi ketimpangan sosial dan pelanggaran dari Gibran Rakabuming.
Seperti diletahui, aksi Gibran Rakabuming yang menyita perhatian yakni berbicara dan berdiri di luar podium serta menggunakan istilah-istilah yang sebenarnya sudah dilarang dalam debat.
Ia juga tampak clingak-clinguk saat akan memberi tanggapan dari Mahfud MD.
Baca Juga: Muncul Gerakan Salam 4 Jari, Gibran Rakabuming Raka: Apa Itu 4 Jari? Warga Makin Bingung Nanti
“Apakah yang dilakukan Gibran ini sebenarnya ingin menutupi kelemahannya bahwa ia termasuk orang yang cukup goblok?” tanya Abraham Samad.
Okky Madasari kemudian mengatakan kalau itu adalah kemungkinannya yang terjadi dan ia mengatakan debat itu merupakan ruang terhormat untuk adu intelektualitas.
“Ya, mungkin itu juga dan bang Abraham yang bilang dia termasuk goblok, tapi kalau dari saya pertama-tama akan melihat debat itu kan sebenarnya ruang adu gagasan. Dia (debat) bisa kita lihat sebagai ruang terhormat untuk adu intelektualitas,” ujarnya.
Baca Juga: Muncul Gerakan Salam 4 Jari di Media Sosial, Gibran: 4 Jari Nanti Warga Tambah Bingung
Okky Madasari mengatakan kalau Gibran tidak menghargai intelektualitas itu sendiri berdasarkan tindakan dan perkataannya.
“Apa yang dilakukan Gibran itu dengan segala gesturnya, dengan apa yang dia katakan, bagi saya adalah bentuk dia tidak menghargai intelektualitas,” jelasnya.
Lebih lanjut, Okky mengatakan kalau Gibran tidak menghargai debat KPU dan kesempatan publik.
“Dia tidak menghargai forum debat KPU, dan dia tidak menghargai kesempatan publik untuk mendapatkan gambaran, gagasan dari masing-masing cawapres,” lanjutnya.
Okky juga melihat jika Gibran Rakabuming Raka menganggap itu semua tidak terlalu penting.
“Dia anggap itu tidak terlalu penting dan dia perlakukan itu dengan gayanya yang penuh gimmick, disrespectful, dia sama sekali tidak menghargai semua itu,” lanjutnya lagi.
Menurut Okky Madasari semua tindakan itu dilakukan karena Gibran anak presiden sehingga dia berani melakukan tindakan-tindakan itu.
Kalau Gibran bukan anak presiden, Okky mengatakan Gibran tidak akan berani melakukan berbagai tindakan itu.
“Ini, saya pikir kalau Gibran bukan anak seorang presiden, dia tidak akan berani melakukan itu. Jadi memang, kesongongan itu terbentuk dari situasi latar belakang yang dia miliki,” jelasnya.***