AYOJAKARTA.COM - Calon wakil presiden nomor urut 1, Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, tidak tinggal diam terkait isu hilirisasi tambang nikel di Sulawesi Selatan.
Dalam sebuah rapat umum Rakyat Yogya bertajuk "Dari Yogya untuk Indonesia," Cak Imin menyampaikan kritiknya terhadap Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.
Cak Imin secara terbuka menyindir Luhut Binsar Pandjaitan terkait manajemen tambang nikel yang dianggapnya habis-habisan, hingga menyebabkan cadangan nikel dalam negeri hanya tersedia untuk 15 tahun ke depan.
Baca Juga: Mahfud MD akan Mundur dari Kabinet, Ganjar Pranowo dan Cak Imin Beri Tanggapan yang Sama!
Bahkan, Cak Imin menyatakan keinginannya untuk mengadu data dengan Luhut Binsar Pandjaitan terkait jumlah tambang dan pemanfaatannya.
"Saya hari-hari ini mau ketemu Pak Luhut. Katanya mau adu data. Mau adu data! Apakah benar jumlah tambang-tambang kita masalah dan nadoratnya enggak imbang? Ngerti masalah atau nadoratnya enggak, jangan-jangan opung enggak ngerti” ucap Cak Imin, dikutip Ayojakarta.com dari Youtube Kompas TV, pada Selasa, 30 Januari 2024.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti pengelolaan tambang nikel yang, menurutnya, telah dilakukan secara habis-habisan dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Beredar Beras Bulog Berstiker Prabowo-Gibran, Cak Imin Sebut Itu Memalukan dan Kemiskinan Etika
Ia mempertanyakan apakah kebijakan tersebut sesuai dengan prinsip maslahah, yang merupakan pertimbangan kebaikan umum dalam hukum Islam.
“Nikel ini beberapa tahun terakhir ini dikelola habis-habisan” lanjutnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan merespon pernyataan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengenai hilirisasi ugal-ugalan.
Baca Juga: Beredar Beras Bulog Berstiker Prabowo-Gibran, Cak Imin Sebut Itu Memalukan dan Kemiskinan Etika
Dalam Debat Cawapres, calon wakil presiden nomor urut 1 itu mencuatkan isu hilirisasi ugal-ugalan yang dianggapnya menimbulkan berbagai dampak negatif.
Merespons hal tersebut, Luhut menegaskan bahwa Cak Imin telah melakukan pembohongan publik.
Ia mengajak salah satu kandidat calon wakil presiden tersebut untuk turun langsung melihat kondisi sektor pertambangan.***