Nasional

Ratusan Ulama dan Tokoh Masyarakat Jawa Barat Resmi Dukung Anies Baswedan di Pilpres 2024

Oleh: Salman Muhammad Ilham Senin 29 Jan 2024, 17:33 WIB
Athian Ali Da'i Tokoh ulama Jawa Barat dan Anies Baswedan

AYOJAKARTA.COM – Ratusan ulama dan tokoh masyarakat Jawa Barat, resmi memberikan dukungan terhadap capres nomor urut 1 Anies Baswedan.

Athian Ali selaku tokoh ulama Jawa Barat mengatakan bahwa mereka sepakat untuk tidak memberikan kesempatan bagi pihak yang curang dalam Pilpres 2024.

Pada Pilpres 2024 ini, menurutnya terdapat pasangan yang diindikasi melakukan kecurangan demi bisa memenangkan kursi presiden dan wakil presiden.

Baca Juga: BMKG: Jakarta Diprediksi Hujan Ringan dan Petir pada Selasa, 30 Januari 2024

"Kami sepakat kawal dan tak beri kesempatan orang lakukan kecurangan agar pemimpin negeri ini betul-betul memimpin dengan cara halal bukan haram. Jika terjadi maka tak diberkahi Allah," ucap Athian Ali, dikutip dari Kompas TV, Senin (29/1/2024).

Keputusan memilih Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, dikatakan sebagai langkah untuk memberikan arahan kepada umat agar tidak terjebak dalam kebingungan.

"Kami memang ulama di Jabar lihat umat tak boleh dibiarkan dalam kebingungan, menentukan selamat tidaknya negeri ini. Umat Islam harus dibimbing dan arahkan nyatakan wajib pilih AMIN (Anies Muhaimin) dengan pertanggungjawaban dunia akhirat. Ada 265 ulama," ucap Athian Ali.

Sedangkan itu, Anies menyampaikan bahwa dukungan yang diberikan para ulama dan toko masyarakat Jawa Barat, merupakan amanah yang harus ia emban.

"Ini sebuah amanah, kami merasa bersyukur bahwa harapan yang dititipkan oleh jutaan orang Indonesia yang kami temui selama setahun lebih hari ini harapan itu dipanggul lebih banyak lagi dengan dukungan para alim ulama dari Jabar," ucapnya.

Baca Juga: Kabar Gembira! 5 Bansos Akan Cair Hari Ini hingga Akhir Januari 2024, Tunai dan Non Tunai! Cek di Sini

Anies juga sepakat, bahwa rakyat jangan dibiarkan memilih calon presiden yang berlaku curang.

"Untuk aparat negara bertindak netral tak perlu usaha tambahan. Cukup jalankan ketentuan yang ada. Kalau tak netral itu harus ada usaha tambahan biaya tambahan dan energi. Jadi curang itu perlu effort ekstra. Tapi kalo netral dan jalankan seharusnya tak perlu tambahan apa-apa," ucapnya.***

Reporter Salman Muhammad Ilham
Editor Jinan Vania Barizky