Nasional

Nilai Perilaku Gibran Saat Debat, Eros Djarot Salahkan Jokowi: Kenapa Kok Tega Amat

Oleh: Riky Iskandar Senin 29 Jan 2024, 17:51 WIB
Seniman dan budayawan Eros Djarot

AYOJAKARTA.COM - Seniman dan budayawan Eros Djarot menilai perilaku Gibran Rakabuming Raka, saat debat Cawapres beberapa waktu lalu.

Dengan perilaku Gibran seperti tidak memiliki sopan santun saat debat, Eros Djarot menyalahkan ayah Gibran yaitu Joko Widodo (Jokowi) atas pemilihan Gibran sebagai cawapres.

"Dibukakan seluruh rakyat Indonesia di debat kemarin bagaimana adab, disana kita bisa belajar. Adab itukan dari adat, beradat gak nih orang, sopan santun tidak ada, bagaimana perilaku dia," ujar Djarot dikutip ayojakarta.com dari Chanel Youtube Abraham Samad Speak Up pada Senin (29/1/2024).

Menurutnya, tindakan Gibran merusak peradaban dan mencerminkan kurangnya pemahaman terhadap Indonesia. Untuk itu ia menyatakan keprihatinannya terhadap Gibran.

Baca Juga: Rhoma Irama Nyatakan Dukungan kepada Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar

"Saya lihat Gibran aja kasian. Sebagai orang tua janganlah menyiksa anak lebih jauh. Kalau anak sebetulnya belum matang yang dipertanyakan ini anak siapa," ungkapnya.

Ia juga mempertanyakan niat Jokowi yang mencalonkan Gibran sebagai cawapres, apakah Jokowi itu cinta rakyat atau hanya cinta kekuasaan.

"Jadi sekarang ini jangan persoalkan Gibran, kita persoalkan Pak Jokowi, kenapa ko tega amat pak Jokowi kepada anaknya memberi tugas yang begitu luar biasa atau karena sudah tidak bisa lagi 3 periode maka Anda jadi joki dia (Gibran)," ucapnya.

Ia mengingatkan, bahwa pentingnya membangun legasi Indonesia, bukan legasi Jokowi.

"Saya bertanya saat lihat debat, Pak Jokowi ini sebenarnya cinta rakyat apa cinta kekuasaanya, cinta dirinya atau cinta legesinya. Yang harus kita bangun legasi Indonesia bukan legasi Jokowi," tandasnya.

Baca Juga: BMKG: Jakarta Diprediksi Hujan Ringan dan Petir pada Selasa, 30 Januari 2024

Ia juga menyoroti kapasitas dan kemampuan Gibran yang dianggapnya tidak sebanding dengan tantangan Indonesia ke depan. Ia mengajak seluruh rakyat untuk menilai tentang arah Indonesia yang diinginkan.

"Saya baik-baik saja sama dia (Jokowi), tapi kalau dia menyandra Indonesia ini bukan hanya masalah politik lagi tapi masuk ranah kebudayaan. Dimana budaya kita yang sebetulnya mawas diri. Indonesia sebenarnya mau dibawa kemana," pungkas Eros Djarot.***

Reporter Riky Iskandar
Editor Jinan Vania Barizky