Nasional

Minta Bantuan Jokowi, Rismon Sianipar Siap Datang ke Istana Tunjukkan Pelaku Rekayasa CCTV Jessica

Oleh: Dyah Arum Ratri Minggu 28 Jan 2024, 06:30 WIB
Rismon Sianipar minta bantuan Presiden Jokowi ungkap kasus rekayasa cctv Jessica Wongso

AYOJAKARTA.COM – Pakar IT sekaligus saksi ahli digital dalam kasus kopi sianida tak menyerah menyuarakan keadilan untuk Jessica Wongso

Bahkan dalam melancarkan usahanya, Rismon Sianipar tak segan meminta bantuan pada para petinggi di pemerintahan.

Mulai dari Menkopolhukam Mahfud MD hingga yang terbaru Rismon Sianipar meminta bantuan Presiden Jokowi.

Baca Juga: Top 10 Prodi Terfavorit di Universitas Brawijaya (UB) Acuan SNBP dan SNBT 2024, Ada yang Capai 3.000 Peminat

Melalui tayangan di akun TikTok @88just.jess88 pada (25/1/24), Rismon Sianipar dengan terang-terangan menyampaikan bahwa Jessica Wongso merupakan korban rekayasa digital.

“Kali ini saya akan menyapa Bapak Presiden Republik Indonesia, bapak Insinyur Joko Widodo,” ujar Rismon Sianipar.

“Ada seorang anak manusia sekarang bernama Jessica Kumala Wongso, ia merupakan korban rekayasa digital Pak terhadap alat bukti digital berupa video CCTV yang dilakukan oleh seorang oknum polisi saat itu,” lanjutnya.

Rismon Sianipar bahkan dengan lantang menyebutkan siapa saja oknum-oknum yang terlibat dalam rekayasa kasus Jessica Wongso tersebut.

“Dengan nama Muhammad Nuh Al Azhar dan seorang sipil yang merupakan anggota Asosiasi Forensik Digital dengan nama Christopher Hariman Riyanto,” ungkap Rismon.

Baca Juga: AHY Didesak Pindah Koalisi, Annisa Pohan Ancam Bongkar Fakta Anies Baswedan?

Lebih lanjut Rismon menyebutkan, “Pada saat itu Kapolda Metro Jaya adalah bapak Tito Karnavian dengan Ditreskrimum Bapak Krishna Murti, pada saat itu video CCTV rekayasa Pak, dijadikan alat untuk mempersangkakan Jessica Pak.”

Ahli Digital tersebut kemudian menyebutkan siapa-siapa saja oknum yang saat itu terlibat dalam rekayasa tersebut.

“Dan hasil rekayasa tersebut Pak disajikan di persidangan dengan nyata-nyata Pak oleh para jaksa bernama Sugi Karpalo, Wahyu Oktaviandi, Maylani Wuwung, Ardito Muwardi, dan Hari Wibowo pak, dan satu lagi Shandy Handika, rekayasa ini sudah mereka rancang jauh-jauh hari Pak,” beber Rismon Sianipar.

Atas dasar itulah Rismon Sianipar dengan berani meminta bantuan kepada Presiden Jokowi dan siap datang langsung ke istana negara.

“Oleh karena itu Pak mohon waktunya sebentar untuk meninjau kembali Pak kasus ini,” pinta Rismon Sianipar.

“Kalau Bapak berkenan saya siap datang Pak ke istana negara untuk menjelaskan langsung kepada Bapak, bagaimana rekayasa digital ini mereka lakukan,” imbuhnya lagi.

Bahkan Rismon Sianipar menyebut jika Jokowi merupakan tempat terakhir dimana ia bisa mengadukan kasus tersebut.

Baca Juga: Top 7 Kota Terindah di Indonesia Diakui Wisatawan Asing Jadi Tempat Wisata! Ambon dan Mataram Masuk List

“Bapak lah sebagai Pelabuhan terakhir kami untuk mengadu keadilan Pak,” kata Rismon. 

Hal itu lantaran Rismon Sianipar tidak ingin ada kasus serupa terjadi kembali yakni perusakan atau rekayasa barang bukti.

“Karena dikhawatirkan jika mereka lolos tanpa hukuman pak, diulangi rekayasa digital yang sangat jahat ini akan diulangi lagi Pak terus akan menjadi banyak lagi korban-korban lain seperti Jessica Kumala Wongso,” ungkap Rismon.

Lebih lanjut Rismon mengatakan, “Bapaklah harapan terakhir, benteng terakhir yang kami harapkan untuk membuka kembali kasus ini , mohon Bapak dengarkan permintaan saya dan mungkin jutaan netizen lain Pak.”***

Reporter Dyah Arum Ratri
Editor Jinan Vania Barizky