AYOJAKARTA.COM -- Calon presiden (capres) nomor urut 1 Anies Baswedan menanggapi isu netralitas aparatur negara.
Anies Baswedan percaya bahwa aparatur negara seperti ASN, TNI, hingga Polri mampu menjaga netralitas seperti sumpah yang mereka ucapkan ketika bertugas.
Menurut Anies Baswedan, sumpah memiliki kedudukan tertinggi bahkan di atas instruksi atasan.
“Saya percaya ASN, TNI, Polri, akan bekerja mengikuti sumpah yang mereka ucapkan saat mereka bertugas. Dan sumpahnya mengatakan mereka harus taat pada UUD. Sumpahnya mereka taat pada seluruh aturan. Jadi sumpah itu di atas instruksi atasan,” kata Anies dikutip dari kanal YouTube Kompas TV, Jumat (26/1/2024).
Anies menilai bahwa sumpah dan netralitas tidak hanya dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan, tetapi juga masyarakat.
Tidak hanya itu, Anies pun mengaku heran netralitas dipertanyakan meskipun Indonesia sudah beberapa kali melaksanakan pemilu.
Anies berharap agar aparatur negara mampu menjaga netralitas dalam Pilpres yang akan berlangsung sebentar lagi.
“Anda bayangkan coba, kita sudah lima kali pemilu baru tahun ini aja nih ada pertanyaan soal kenetralan. Sekarang kalau jadi kepala desa, kalau jadi kepala polisi, komandan, kira-kira 5-10 tahun lagi ditanyain enggak sama anak-anaknya? Pak dulu tahun 2024 bapak termasuk rombongan yang netral atau cawe-cawe? Mau jawab apa nanti sama anak cucunya?” ujarnya.
“Saya percaya semua akan bilang saya termasuk rombongan netral, saya termasuk menjaga sumpah dan itu bisa dikatakan dengan bangga. Tapi yang cawe-cawe, yang mengganggu, ya harus bohong nanti,” sambungnya.
Lebih jauh, Anies menuturkan bahwa menjadi netral tidak perlu melakukan usaha dan upaya apapun.
Oleh karena itu, Anies berharap aparatur negara mampu menjalankan serta menjaga netralitas.
“Netral itu tidak perlu mengeluarkan effort apapun. Tapi kalau intervensi itu ada effort. Kalau mau terlibat terus ada effort khusus. Jadi menurut saya sudah jalankan saja netralitas. Ini sedang menceritakan pada sejarah kok bukan memenangkan salah satu,” tutupnya.***