AYOJAKARTA.COM - Sebuah video yang memperlihatkan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana melakukan salam dua jari dari mobil kepresidenan saat mengunjungi Salatiga, Jawa Tengah pada Senin (22/01) lalu, beredar luas di media sosial.
Dalam video tersebut, terlihat Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana melambaikan tangan dan melakukan salam dua jari kepada warga yang berada di pinggir jalan.
Momen tersebut terjadi saat warga setempat meneriakkan nama Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.
Baca Juga: Viral Video Iriana Jokowi Gunakan Pose 2 Jari, Tanggapan Singkat Gibran Rakabuming: Biasa
Salam dua jari merupakan simbol dukungan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming.
Menanggapi video tersebut, Cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, memberikan kritik.
Ia menilai tidak seharusnya pejabat negara berkampanye dengan menggunakan fasilitas negara.
"Jangan berkampanye menggunakan fasilitas negara, memalukan!" kata Cak Imin, dikutip dari Kompas TV, Jumat 226 Januari 2024.
Cak Imin juga menilai bahwa momen tersebut berbahaya karena dapat menimbulkan persepsi yang negatif di masyarakat.
"Itu yang membahayakan," kata Cak Imin.
Sementara itu, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa rakyat sudah cerdas soal penggunaan fasilitas negara.
Ia menilai bahwa masyarakat akan menilai sendiri apakah tindakan Presiden Jokowi tersebut melanggar aturan atau tidak.
"Rakyat sudah cerdas soal penggunaan fasilitas negara. Masyarakat akan menilai sendiri," kata Hasto.
Baca Juga: Viral Video Iriana Diduga Pose Salam Dua Jari, Begini Komentar Menohok Muhaimin Iskandar
Jokowi Semakin Kental Mendukung Prabowo
Dalam perkembangan terkini, sekelompok masyarakat mulai khawatir dengan sikap Presiden Joko Widodo yang dinilai sudah tidak netral dan secara terbuka menunjukan sikap mendukung capres tertentu meski tidak menyampaikannya secara terbuka.
Hal itu ditangkap oleh Komika Pandji Pragiwaksono dengan merilis sebuah video di channel Youtube-nya dengan judul VIDEO TERBUKA UNTUK PRESIDEN JOKO WIDODO pada Kamis, 25 Januari 2024.
Sesuai dengan isinya, Panji menumpahkan segala keresahannya terkait kebijakan Presiden Jokowi khususnya dalam urusan Pemilihan Presiden 2024.
Pandji mempertanyakan peran Jokowi dalam pilpres mendatang.
Menurutnya, pernyataan Jokowi yang menyatakan dukungan kepada capres tanpa cuti dapat menimbulkan kebingungan di masyarakat.
"Yang jadi pertanyaan sesungguhnya adalah tapi bapak sebenarnya lagi dukung siapa," kata Pandji.
Pandji mengatakan bahwa ia yakin Jokowi mendukung Prabowo Subianto.
Namun, Pandji meminta Jokowi untuk menyatakan dukungannya secara terbuka agar masyarakat dapat mengetahui posisinya.
"Bisa saja bapak dukung Pak Prabowo tapi bapak enggak mau cuti. Makanya bapak enggak ngomong secara terbuka bahwa Bapak mendukung Pak Prabowo," kata Pandji.
Pandji mengatakan bahwa pernyataan Jokowi yang tidak jelas mengenai dukungannya kepada capres dapat menimbulkan kekhawatiran bahwa Jokowi akan menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan kampanye.