AYOJAKARTA.COM – Calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan memberikan tanggapannya mengenai pernyataan yang dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang menyebut presiden boleh berkampanye dan memihak.
Anies berpendapat bahwa apa yang diucapkan oleh Presiden Jokowi tidak kontras dengan pernyataan sebelumnya.
“Sebelumnya yang kami dengar adalah netral, mengayomi semua dan memfasilitasi semua,” kata Anies, dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube METRO TV, Rabu, 24 Januari 2024.
Menurut Anies, dengan adanya pernyataan tersebut masyarakat dapat menilai dan mencerna ke mana arah dari pernyataan itu.
Anies pun menambahkan hal yang ingin ia lakukan adalah untuk menjaga Indonesia menjadi negara hukum yang tidak menunjuk pada kepentingan sendiri.
“Sebenarnya kita ini ingin negara ini menjadi negara hukum, yang di mana semua yang menjalankan kewenangan merujuk pada aturan hukum bukan selera,” ujarnya.
Lebih lanjut, Anies pun menyinggung sebagai orang yang bernegara seharusnya mengikuti semua aturan-aturan hukum yang berlaku.
“Monggo para ahli hukum tata negara menjelaskan apakah yang disampaikan oleh bapak presiden sesuai dengan ketentuan hukum kita,” pungkas Anies Baswedan.
Diketahui, Presiden Jokowi mengeluarkan pernyataan yang menegaskan bahwa seorang presiden juga diperbolehkan untuk memihak dan berkampanye.
“Presiden itu boleh loh kampanye, presiden itu boleh memihak. Kita ini kan pejabat publik sekaligus pejabat politik masa nggak boleh,” kata Presiden Jokowi.
Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Presiden Jokowi di hadapan capres nomor urut 2 yakni Prabowo Subianto, yang ikut mendampinginya saat kunjungan di Lanud Halim Perdanakusuma, pada Rabu, 24 Januari 2024.***