Nasional

Ketika Komika Berbicara Tentang Politik: Pandji Pragiwaksono Ungkap Upaya Jokowi dalam Membangun Dinasti Politik

Oleh: Karseno AJ Selasa 23 Jan 2024, 20:34 WIB
Pandji Pragiwaksono

AYOJAKARTA.COM - Menolak untuk selalu berada di bawah dinasti politik keluarga Soekarno, menjadikan Joko Widodo berinisiatif membangun dinastinya sendiri.

Guna memuluskan keinginan membangun dinasti politik tersebut, langkah-langkah strategis yang bersifat politis kemudian mulai dilakukan baik secara terbuka dan senyap.

Selain secara diam-diam membangun embrio kekuasaan melalui Partai Solidaritas Indonesia, dinasti politik Joko Widodo juga dilakukan dengan cara mengubah regulasi.

Baca Juga: Isu Pertemuan Jokowi dan Megawati, Ganjar Pranowo: Mbok Ketemu Gitu Ya

Masuknya Kaesang yang secara instan menempatkannya sebagai Ketum, dan pernyataan Giring Ganesha perihal Pemilik partai berlambang mawar ditengarai sebagai indikasi.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu topik pembicaraan antara stand up comedian Pandji Pragiwaksono dengan dr. Richard Lee dalam sebuah siniar.

Meski tidak dapat dibuktikan secara mutlak, kabar bahwa Jokowi sebagai Pemilik asli PSI merupakan opini umum yang banyak berkembang di masyarakat.

Baca Juga: Mahfud MD Sampaikan Terima Kasih kepada Jokowi Usai Debat Cawapres, Kode Mundur dari Menkopolhukam?

Terlepas dari benar atau tidaknya Jokowi sebagai Pemilik PSI, Pandji Pragiwaksono menyayangkan sejumlah kebijakan yang terjadi di masa kepemimpinan Jokowi.

“Gue pribadi, ini gue pribadi mohon maaf, gue nggak bisa megang omongannya Pak Jokowi, ada banyak yang Pak Jokowi omongin tapi nggak kejadian,” ungkap Pandji Pragiwaksono dikutip dari kanal YouTube dr. Richard Lee. 

Menurut Pandji, meski tidak secara menyeluruh sejumlah regulasi yang diterapkan Jokowi selama masa pemerintahan memiliki dampak merugikan di masyarakat.

Baca Juga: Sepak Terjang Tom Lembong, Orang yang Menulis Teks Pidato Jokowi Selama 7 Tahun dan Disinggung Gibran saat Debat Cawapres

Pelemahan KPK sebagai lembaga anti rasuah, revisi RKUHP, menurut Pandji merupakan salah satu dari sejumlah poin yang membuat tanggapan minor tentang Jokowi.  

Keterlibatan Ketua KPK Firli Bahuri dalam kasus pemerasan yang dipilih melalui rapat Dewan Perwakilan Rakyat, menurut Pandji harus dipertanggung-jawabkan oleh Jokowi.

“Sekarang pimpinan KPK-nya kasus, kecenderungan untuk membangun dinasti, itulah yang paling mengecewakan,” tambah Pandji.

Kekecewaan yang mungkin ada karena berada di dalam dinasti Soekarno, menurut Pandji tidak harus disikapi Jokowi dengan membangun dinasti berbeda.

Lebih lanjut, upaya-upaya yang dilakukan Jokowi dalam membangun dinasti bisa dilihat dengan mudah di tengah-tengah masyarakat.

Baca Juga: Isu Permintaan Jokowi Bertemu dengan Megawati, Staf Khusus Presiden: Sama Sekali Tidak Benar

Ibarat bermain catur, bidak-bidak yang ditempatkan Jokowi sebagai Master Mind telah dipersiapkan sebelum benar-benar mencapai Skakmat atau Lahirnya Dinasti Politik.

“Dan indikasi bahwa Beliau membangun dinasti itu kebanyakan, sekarang ini Beliau sudah memposisikan itu menuju ke Skakmat; yaitu lahirnya dinasti,” jelasnya.

Namun demikian, kehadiran Jokowi sebagai salah satu tokoh sentral nasional telah berhasil membuat masyarakat untuk terlibat secara aktif di bidang politik.

Baca Juga: Siapa Tom Lembong yang Disenggol Gibran Rakabuming Raka? Ternyata Lulusan Harvard yang Pernah Kena Reshuffle Jokowi

Kehadiran Jokowi, menurut Pandji berhasil membuat banyak orang mulai merasakan pubertas politik.

“Salah satu yang paling bagus dari Pak Jokowi adalah memancing orang-orang yang tadinya tidak peduli, antipati sama politik jadi mau terlibat dalam politik,” imbuhnya.  ***

Reporter Karseno AJ
Editor Desi Kris