Nasional

Sikapi Oknum yang Membuat Jessica Wongso Dihujani Fitnah, Ahli Digital Forensik Minta Kapolri Berkutik

Oleh: Karseno AJ Jumat 19 Jan 2024, 10:26 WIB
Berbagai persoalan yang terjadi di dalam kasus Jessica Wongso, menurut Rismon bersumber dari manipulasi rekaman CCTV.

AYOJAKARTA.COM – Dalam sidang perkara kopi sianida yang melibatkan Jessica Wongso, pihak terdakwa serta jaksa menghadirkan sejumlah saksi.

Selain saksi fakta seperti Hani yang merupakan sahabat dekat Jessica Wongso, Jaksa Penuntut Umum atau JPU ikut menghadirkan Psikolog maupun saksi ahli digital forensik.

Terkait bidang digital forensik, M. Nuh serta Christopher Rianto hadir untuk menguatkan sangkaan Jaksa, sementara di kubu Jessica Wongso hadir sosok Rismon Sianipar.

Dalam persidangan kopi sianida yang terjadi pada tahun 2016 silam, kubu JPU berhasil memukau peserta sidang dengan menampilkan rekaman CCTV.

Baca Juga: Sebut Ada Kongkalikong dalam Kasus Jessica Wongso, Alvin Lim: dari Polisi hingga Hakimnya Layak Dipenjara

Berdasarkan hasil rekaman CCTV tersebut, setiap gerak-gerik dan gestur Jessica Wongso kemudian diamati oleh para saksi ahli psikologi.

Bersumber dari hasil rekaman CCTV yang sama pula, saat itu publik kemudian diberikan sejumlah informasi melalui berbagai kanal media, baik cetak maupun elektronik.

Pemberitaan yang gencar dan masif tentang perkara kopi sianida, dalam hitungan pekan berhasil mengerucut hingga mendekati ke akar persoalan.

Opini dan asumsi tentang kondisi kejiwaan, orientasi hubungan percintaan, serta motif dibalik kematian Wayan Mirna kemudian mengalir deras di tengah masyarakat luas.

Baca Juga: Alvin Lim Blak-blakan Sebut Krishna Murti Kongkalikong hingga Masukan Jessica Wongso ke Sel Tikus

Publik menduga penyebab kematian misterius tersebut karena didasari oleh rasa cemburu, lantaran Jessica mengetahui bahwa kekasihnya menikah dengan Arief Sumarko.

Selain motif cemburu dari Jessica yang diduga seorang lesbian, dugaan motif ekonomi juga menjadi isu kental yang melatar-belakangi lahirnya kasus kopi sianida.

Ayah Mirna, Edi Darmawan diduga sengaja membunuh putrinya agar bisa menguasai uang asuransi milik Mirna yang jumlahnya mencapai hampir tujuh puluh miliar rupiah.

Di samping kedua dugaan motif tersebut, dendam pelayan Cafe Olivier bernama Agus Triono juga sempat mencuat ke tengah masyarakat.

Baca Juga: Tegaskan CCTV Kasus Jessica Wongso Hasil Rekayasa, Rismon Sianipar Beri Pesan Langsung kepada KAPOLRI

Lantaran menyimpan dendam, Agus kemudian berusaha merusak reputasi Cafe Olivier dengan membubuhi racun yang kemudian terminum oleh Mirna.

Namun, menurut Rismon Sianipar yang puluhan tahun menggeluti dunia digital, seluruh asumsi dan opini yang saat itu terlanjur terbentuk hanyalah dampak dari barang bukti yang sengaja dirusak.

Berbagai persoalan yang terjadi di dalam kasus Jessica Wongso, menurut Rismon bersumber dari manipulasi rekaman CCTV.

Fakta adanya rekayasa dan perusakan data serta bukti digital, menurut Rismon menjadi akar persoalan yang kemudian berdampak fitnah di masyarakat.

Karena itu melalui kanal YouTube-nya, Rismon meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit untuk menertibkan bawahannya, yakni Kombes Pol. M. Nuh serta sipil Christopher Rianto.***

Reporter Karseno AJ
Editor Tedi Rukmana