AYOJAKARTA.COM - Sehari setelah perayaan Lebaran 2025, perjalanan arus balik sudah mulai terlihat di beberapa titik transportasi utama.
Korlantas Polri memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada tanggal 5 sampai 6 April 2025.
Untuk mengantisipasi kemacetan, Jasa Marga telah menyiapkan potongan tarif tol sebesar 20% guna memecah penumpukan arus balik kendaraan.
Potongan tarif ini diberlakukan dalam dua periode, yaitu tanggal 3-5 April dan 8-10 April 2025, berlaku mulai pukul 05.00 hingga pukul 05.00 WIB keesokan harinya.
Baca Juga: Daftar HP Murah di Bawah 1 Juta tapi Spek Tinggi untuk Gaming
Meskipun arus balik sudah mulai terlihat, data Jasa Marga justru menunjukkan fakta menarik bahwa pada Rabu malam masih ada sejumlah warga yang baru melakukan perjalanan mudik.
Berdasarkan pencatatan, kendaraan yang melintasi gerbang Tol Cikampek Utara menuju ke arah Palimanan maupun Tol Trans Jawa mencapai sekitar 32.000 kendaraan.
Sedangkan kendaraan yang melintasi gerbang Tol Cikampek Utama menuju ke Jakarta ataupun sekitarnya tercatat sekitar 26.000 kendaraan.
Hal ini menunjukkan bahwa jumlah kendaraan yang bergerak ke luar Jakarta masih lebih banyak dibandingkan dengan yang kembali ke Jakarta.
Baca Juga: Dianggap Kurang Wajar! Penyebab Loncatan Pangkat Mayor Teddy Menjadi Letkol Jadi Sorotan Warganet
Situasi di gerbang Tol Cikampek Utama pada Rabu malam terpantau ramai lancar, dengan peningkatan aktivitas yang umum terjadi pada malam hari.
Untuk menghadapi lonjakan arus balik, pihak kepolisian telah menyiapkan beberapa rekayasa lalu lintas.
Meski pada Rabu malam belum ada rekayasa lalu lintas yang diterapkan, Korlantas Polri menyatakan akan memberlakukan rekayasa arus lalu lintas oneway nasional pada 6 April 2025 yang diprediksi sebagai puncak arus balik.
Sementara itu, rekayasa lalu lintas lainnya seperti oneway lokal, ganjil genap, dan kontra flow akan diterapkan secara situasional berdasarkan jumlah kendaraan yang melintasi gerbang tol.
Penerapan rekayasa ini bergantung pada hasil traffic counting di lapangan, terutama jika jumlah kendaraan yang melintasi gerbang tol Cikampek Utama per jamnya melebihi angka 5.000 hingga 6.000 kendaraan.
Sebelumnya, pada Rabu pagi hingga siang, rekayasa lalu lintas kontra flow sempat diterapkan namun dihentikan pada pukul 14.00 WIB.
Di sisi lain, stasiun kereta api juga mulai dipadati oleh arus balik pemudik.
Berdasarkan pantauan di Stasiun Gubeng Surabaya, tercatat lebih dari 44.000 penumpang beraktivitas di stasiun Gubeng dan wilayah Daop 8 lainnya di Jawa Timur pada Rabu.
Baca Juga: Dahsyatnya Pahala Puasa Syawal 6 Hari, Begini Cara Niat dan Keutamaan yang Jangan sampai Dilewatkan
Data menunjukkan bahwa jumlah kedatangan di wilayah Daop 8 Surabaya jauh lebih banyak dibandingkan keberangkatan dengan selisih sekitar 1.000 orang.
Jumlah ini diprediksi akan terus mengalami peningkatan dan arus balik diperkirakan masih akan terjadi hingga tanggal 5-6 April mendatang.
Tujuan favorit para penumpang yang meninggalkan Surabaya didominasi oleh Jakarta, Semarang, Bandung, dan Yogyakarta untuk jarak jauh, serta Madiun, Jember, dan Banyuwangi untuk jarak dekat.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, PT KAI Daop 8 Surabaya telah mengaktifkan sembilan kereta api tambahan jarak jauh yang akan beroperasi hingga 8 April 2025, yang merupakan masa angkutan Lebaran tahun 2025.
Bagi masyarakat yang masih ingin melakukan perjalanan dengan menggunakan kereta api, disarankan untuk segera melakukan pemesanan tiket agar tidak kehabisan dan bisa mendapatkan kepastian keberangkatan.***