AYOJAKARTA.COM - Pada hari ketiga setelah Lebaran, terjadi kemacetan parah sepanjang 15 kilometer di jalur arteri selatan Tasikmalaya, Jawa Barat.
Kemacetan yang dimulai sejak pukul 11.00 siang ini membentang dari kawasan Gentong Atas hingga Jalan Rajap di area flyover yang menghubungkan Ciamis dan Tasikmalaya.
Jalur yang biasanya lancar ini mengalami kemacetan total hingga kendaraan sempat tidak bergerak hampir 4 jam penuh.
Penyebab utama kemacetan adalah lonjakan volume kendaraan yang sangat signifikan dari arah Tasikmalaya menuju Garut, Bandung, dan sekitarnya.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Wisata Jabodetabek untuk Libur Lebaran 2025
Faktor lain yang memperparah situasi adalah banyaknya kendaraan yang keluar masuk dari persimpangan jalan, terutama di area padat pemukiman dan perdagangan.
Meski upaya pengaturan lalu lintas telah dilakukan, namun tingginya arus kendaraan membuat kemacetan tidak terelakkan pada jalur yang memang sudah dikenal sering terjadi penumpukan kendaraan saat momentum arus balik lebaran.
Situasi kemacetan semakin kompleks karena terjadinya krodit atau titik temu arus kendaraan di area flyover yang menjadi pertemuan dua jalur padat.
Kendaraan yang datang dari arah Tasikmalaya bertemu dengan arus kendaraan dari Ciamis, menciptakan titik bottleneck yang sulit diatasi.
Baca Juga: Sering Ada saat Lebaran, Benarkah Emping Melinjo Bisa Bikin Asam Urat Kambuh?
Pihak kepolisian dari Satlantas Polres Tasikmalaya Kota sebenarnya telah melakukan berbagai upaya penguraian kemacetan dengan menerapkan sistem buka tutup persimpangan sebanyak lima kali di berbagai titik strategis.
Mereka juga telah memasang marka jalan tambahan dan melakukan penutupan jalur yang mengarah ke Sukaraja Siawi dengan mengalihkan kendaraan menuju arah pasar Siawi.
Namun semua upaya rekayasa lalu lintas ini tidak membuahkan hasil yang signifikan karena volume kendaraan yang terus membanjiri jalur arteri dari kedua arah, terutama dari arah Ciamis dan Jawa Tengah yang melintas ke jalur selatan Tasikmalaya.
Intensitas arus balik yang meningkat drastis sepanjang hari tidak mampu ditampung oleh kapasitas jalan yang terbatas.
Untuk mengatasi permasalahan kemacetan ini, pihak kepolisian terpaksa mengambil langkah pengalihan arus dengan merekomendasikan jalur alternatif.
Pemudik yang belum melakukan perjalanan pulang sangat disarankan untuk menghindari jalur arteri Tasikmalaya, khususnya ruas Gentong yang menjadi titik terpadat.
Koordinasi intensif dilakukan antara Polres Tasikmalaya Kota dengan jajaran Polres Ciamis dan Polres Kabupaten Tasikmalaya untuk mengatur pengalihan arus kendaraan.
Dari arah Ciamis, pengalihan arus diarahkan menuju jalur alternatif seperti jalan baru yang mengarah ke Let Masudi, kemudian meneruskan perjalanan ke Singaparna dan menuju arah Garut.
Baca Juga: Ini Nih Daftar HP Android dengan Kamera 0,5 Mirip iPhone, Ada Redmi sampai POCO
Peringatan penting juga diberikan kepada para pengguna jalan mengenai kondisi cuaca musim hujan yang berpotensi membahayakan.
Terutama di jalur Gentong Atas yang memiliki karakteristik jalan berupa tikungan tajam dan tanjakan-turunan curam yang membutuhkan kewaspadaan ekstra saat berkendara.
Kondisi jalan licin akibat hujan semakin menambah risiko kecelakaan bila pengemudi tidak berhati-hati, khususnya di area rawan kecelakaan yang sudah sering terjadi insiden.***