Nasional

Komentar Pedas Anies Baswedan Soal Videotron Dukungan Humanies Dihentikan: Tidak Siap demokrasi

Oleh: Salman Muhammad Ilham Rabu 17 Jan 2024, 15:07 WIB
Videotron Capres Nomor Urut 1, Anies Baswedan Dihentikan Tanpa Alasan

AYOJAKARTA.COM – Videotron capres nomor urut 1 Anies Baswedan yang berada di Bekasi dan Jakarta telah dihentikan secara sepihak.

Anies mengatakan bahwa dirinya baru mengetahui hal tersebut pada Selasa 16 Januari 2024 pagi.

"Saya malah baru tahu tadi pagi," ucap Anies, dikutip dari Kompas TV, Rabu 17 Januari 2024.

Baca Juga: Ditanya Soal Kemenangan di Pilpres 2024, Mahfud MD Terlihat Ragu? Menkopolhukam: Ya Mungkin Juga, Mungkin Juga Tidak

Menurut Anies, memasang videotron merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi.

"Itu kan bagian dari demokrasi. Justru ujian komitmen demokrasi salah satunya pada kesiapan menghormati yang berbeda. Kalau tidak siap menghormati (pilihan) yang berbeda, maka dia tidak siap berdemokrasi," ucap Anies.

Dalam kesempatan itu, Anies menegaskan bahwa rakyat memiliki hak untuk menyampaikan pendapatnya.

Maka dari itu, diperlukan sikap yang saling menghormati dan menghargai berbagai perbedaan.

"Ini adalah sebuah pesta demokrasi dan rakyat memiliki hak untuk mengungkapkan pandangannya. Jadi ketika ada yang mendatangi dan bilang saya ingin memilih calon lain, ya dihormati. Dan ketika ada pasang videotron untuk pasangan nomor 01, ya dihormati," ucapnya.

Baca Juga: Fahri Hamzah Nilai Koalisi Anies-Ganjar Berakar dari Kekecewaan

Diketahui, penayangan iklan videotron tersebut merupakan kolaborasi dari akun X @aniesbubble dengan @olpproject.

Penayangan iklan tersebut menggunakan dana yang dikumpulkan dari penggemar K-pop yang mendukung Anies Baswedan dengan sebutan Humanies. 

Iklan videotron tersebut, berisi tentang promosi Anies yang dibuat dengan ciri khas promosi idol K-pop.

Pada awalnya videotron tersebut seharusnya terpasang di depan Grand Metropolitan Bekasi mulai dari 15 Januari hingga 21 Januari 2024.

Namun, penayangan tersebut dihentikan penayangannya, diakibatkan oleh sesuatu yang yang di luar kuasa mereka.***

Reporter Salman Muhammad Ilham
Editor Jinan Vania Barizky