AYOJAKARTA.COM – Menkopolhukam Mahfud MD yang juga cawapres PDIP, terus mendapat serangan dan kritik pedas dari advokat Alvin Lim.
Wacana pemakzulan atau pemecatan terhadap Presiden Joko Widodo ditengarai menjadi awal lahirnya kritik Alvin Lim terhadap Menkopolhukam Mahfud MD.
Menurut Alvin Lim, wacana pemakzulan presiden yang kini masih terus menjadi kontroversi tidak lepas dari campur tangan Mahfud MD selaku Menkopolhukam.
Sebab keresahan sekelompok tokoh yang tergabung dalam Petisi 100 tidak akan berubah jadi wacana menggulingkan pemerintah yang sah jika Mahfud MD tidak gegabah.
Sebelumnya, Alvin juga sempat menyanggah pernyataan Mahfud MD terkait pemindahan napi saat menjadi narasumber di siniar Denny Sumargo.
Menurut Alvin, pemindahan warga binaan dari satu lapas ke lapas lain mustahil dilakukan jika tidak diikuti dengan pengeluaran biaya tambahan.
“Saya harus bayar, nyogok baru bisa, kalau nggak mana bisa, Pak Mahfud itu kamu Menkopolhukam, profesor atau profesor linglung ini?” sindir Alvin.
Selain menyanggah pernyataan-pernyataan Mahfud MD, Alvin secara naratif mengevaluasi sepak terjang Mahfud MD selaku Menkopolhukam.
Diskusi yang dilakukan Menkopolhukam dengan sebanyak 22 tokoh anggota Petisi 100, menurut Alvin merupakan bentuk pengkhianatan terhadap kepala negara.
“Kalau Pak Mahfud ada waktu untuk menerima anggota Petisi 100, kita tidak boleh mengkhianati negara ini,” ungkap Alvin.
Lebih lanjut, Alvin menegaskan Presiden Joko Widodo merupakan figur yang dipilih secara legitimate melalui proses Pemilu.
Sehingga adanya wacana atau mungkin bahkan upaya-upaya melengserkan paksa atau pemakzulan, menurut Alvin perlu dipertanyakan.
“Kalian haus banget sih dengan kekuasaan, saya bingung tapi ini juga lucu, ngapain ngebet-ngebet kaya orang kebelet kencing?” imbuh Alvin.
Bukan saja menganggap sejumlah tokoh parpol yang tengah sibuk berkontestasi sebagai hal lucu, Alvin juga secara khusus menitip pertanyaan kepada Mahfud MD.
Alvin menilai, pertemuan antara Mahfud MD selaku Menkopolhukam dengan Petisi 100 lebih diwarnai dengan nuansa politik.
Karenanya, Alvin menyindir sisi humanisme Mahfud MD sebagai Menkopolhukam atas kasus-kasus korban investasi bodong.
Perkara investasi bodong yang menjadikan masyarakat sebagai korban, menurut penjabaran Alvin bukan saja dalam kasus Asuransi WanaArtha, tetapi banyak lainnya.
Selain KSP SB, Narada, Mina Padi, Net89, DNA Pro, Jiwasraya, perkara investasi juga banyak dialami oleh sejumlah nasabah di asuransi Bumiputera.
“Orang mau memakzulkan presiden Anda ajari, itu yang ngomong Menkopolhukam apa cawapres, Pak Mahfud?” pungkas Alvin dikutip dari kanal YouTube QUOTIENT TV. ***